Pratama Arhan Gugat Cerai Azizah Salsha, Netizen Duga Ini Pengalihan Isu

Pratama Arhan
Sumber :
  • Pinterest

VIVAJabar – Berita mengejutkan muncul mengenai pesepakbola Timnas Indonesia, Pratama Arhan, yang dikabarkan telah mengajukan gugatan cerai terhadap Azizah Salsha di Pengadilan Agama Tigaraksa, Tangerang.

img_title Mau Paham Kapitalis, Simak Tips Praktis Kelebihan dan Kekurangannya

Di saat kariernya bersama Bangkok United sedang berkembang pesat, kehidupan rumah tangganya justru dalam keadaan kritis.

Berdasarkan informasi dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), gugatan cerai diajukan pada 1 Agustus 2025, yang terdaftar sebagai talak dengan nomor perkara 4274/Pdt. G/2025/PA. Tgrs.

img_title Fakta Baru, Dedi Mulyadi Klarifikasi Anggaran Dinas Gubernur Jauh dari Isu Rp2,8 Miliar Per Bulan

Sidang perdana sudah diadakan pada hari ini, Senin, 25 Agustus, namun kedua pasangan tidak hadir hanya diwakili oleh pengacara.

Situasi ini menarik perhatian netizen yang cermat. Terdapat spekulasi liar bahwa berita perceraian ini sengaja diumumkan bertepatan dengan unjuk rasa besar menentang peningkatan tunjangan DPR RI—yang terjadi bersamaan dan dianggap sebagai pengalihan isu.

img_title Dedi Mulyadi Bikin Surat Khusus ke Mendagri, Bongkar Bahaya Pilkades Tanpa Aturan Jelas

 

Keadaan seperti ini membuat masyarakat kembali mengingat peristiwa sebelumnya saat kehidupan pribadi Arhan juga diperhatikan ketika isu politik berkembang.

Publik pernah dibuat heboh oleh rumor tentang perselingkuhan, yang dianggap muncul saat situasi politik sedang memanas.

Hingga saat ini, baik Pratama Arhan maupun Azizah Salsha belum memberikan komentar resmi apapun.

Meskipun demikian, Azizah pernah menyampaikan sebuah pesan emosional berisi permohonan maaf kepada ibunya yang kembali viral di media sosial.

Publik tentu berharap agar kisah rumah tangga ini tidak hanya menjadi berita sensasional. Banyak yang menunggu penjelasan dan kejelasan apakah ini benar-benar akhir dari hubungan mereka, atau hanya masalah yang dipicu oleh media dan politik?.