DPR Desak Polisi Tindak Tegas Otak Pembunuhan Kacab BRI Ilham Pradipta
VIVAJabar – Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, meminta Polda Metro Jaya mengusut secara menyeluruh kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang BRI Cempaka Putih, Muhammad Ilham Pradipta.
Dia menekankan agar penyidikan tidak berhenti pada pelaku eksekusi, tetapi juga membongkar aktor intelektual yang berada di balik kejahatan tersebut.
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, mendesak aparat kepolisian untuk bekerja maksimal dalam menangani kasus pembunuhan Ilham Pradipta.
Menurutnya, pihak kepolisian harus memastikan semua pihak yang terlibat dalam kejahatan ini diungkap dan diberikan hukuman setimpal.
“Kami berharap Polda Metro Jaya all out kerja usut kasus ini. Pelaku yang sudah tertangkap harus diinterogasi siapa yang menyuruh mereka dan pelaku tersebut harus dihukum seberat-beratnya,” kata Habiburokhman, Senin (25/8).
Dia menegaskan bahwa pengusutan harus menyasar tidak hanya eksekutor, tetapi juga otak pelaku di balik layar.
“Begitu juga orang yang menyuruh para pelaku melakukan tindak kejahatan tersebut,” tambahnya.
Politikus Partai Gerindra ini juga mendorong transparansi dan ketegasan polisi agar kasus serupa tidak terulang.
“Saya dukung Polda Metro Jaya bersikap tegas terhadap kejahatan seperti ini … Sangat tidak bisa ditoleransi jangan ada pihak-pihak yang merasa di atas hukum sehingga melakukan kejahatan yang demikian brutal dan seenaknya,” ucapnya.
Hingga kini, Polda Metro Jaya telah menangkap delapan orang yang diduga terlibat dalam kasus ini.
Empat orang pertama, yakni AT, RS, RAH, dan EW, ditetapkan sebagai pelaku penculikan.
Sementara empat lainnya, berinisial C, DH, YJ, dan AA, diduga menjadi aktor intelektual di balik pembunuhan tersebut.
Mereka ditangkap di lokasi yang berbeda-beda.
Kasus pembunuhan Ilham Pradipta menyedot perhatian publik karena diduga melibatkan perencanaan yang matang dan lebih dari satu pihak.
DPR RI meminta agar proses hukum berjalan cepat, transparan, dan menjerat semua pihak yang terlibat.