Polisi Ungkap Kronologi Pembunuhan Ilham Pradipta Kacab BRI

Ilham pradibta
Sumber :
  • Instagram @ctnindonesia

VIVAJabar – Kasus pembunuhan Mohamad Ilham Pradipta, Kepala Cabang Pembantu (KCP) BRI Cempaka Putih, menggegerkan publik. 

img_title Persib Bandung Pinjamkan Dimas Drajad ke Malut United, Ini Targetnya

Ilham, yang dikenal berprestasi di dunia perbankan, ditemukan tewas mengenaskan sehari setelah dilaporkan hilang.

Jasad Ilham ditemukan pada Kamis (21/8/2025) pagi di kawasan Desa Naga Sari, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. 

img_title Geraldo Santos Bikin Persib Bandung Terpana Gegara Sosok Pemain Brasil Ini

Saat ditemukan, tubuhnya dalam kondisi terikat lakban di tangan, kaki, dan mata.

Ilham merupakan lulusan Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) angkatan 2006. 

img_title Kasus Ilham Pradipta, 4 Klaster Pelaku Akhirnya Terungkap

Dia bergabung dengan Bank BRI pada 2012 dan meniti karier hingga menduduki jabatan Kepala KCP BRI Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Selain aktif di dunia perbankan, Ilham semasa kuliah juga pernah menjadi penyiar radio dengan nama siar “Dipta.” 

Pria berusia 37 tahun ini dikenal sebagai sosok ramah dan berdedikasi.

Peristiwa penculikan terjadi pada Rabu (20/8/2025). 

Berdasarkan rekaman CCTV, Ilham yang baru saja menghadiri rapat terlihat berjalan menuju mobilnya di area parkir Lotte Grosir, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Saat itu, empat orang mendekatinya secara tiba-tiba. Mereka memaksa Ilham masuk ke dalam mobil. 

Korban sempat berusaha melawan, namun tak mampu melepaskan diri. 

Rekan Ilham yang berada tak jauh dari lokasi sempat melihat kejadian itu, tetapi gagal mengejar karena mobil pelaku langsung melaju kencang.

Penemuan Jasad dan Hasil Autopsi

Keesokan harinya, sekitar pukul 05.30 WIB, warga menemukan jasad Ilham di semak-semak Desa Naga Sari, Bekasi. 

Temuan ini langsung dilaporkan ke pihak berwenang.

Hasil autopsi yang dilakukan di RS Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri menunjukkan Ilham meninggal akibat benturan tumpul di leher dan dada. 

Cedera itu menekan organ vital dan menyebabkan hipoksia atau kekurangan oksigen.

Polisi Tetapkan Delapan Tersangka

Polda Metro Jaya telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus ini. 

Mereka terdiri dari empat eksekutor yang menculik dan membunuh korban serta empat orang yang diduga sebagai otak di balik kejahatan tersebut.

Hingga kini, polisi masih menyelidiki motif utama pembunuhan. 

Dugaan sementara mencakup kemungkinan persoalan internal, utang-piutang, atau konflik pribadi.