Kasus Ilham Pradipta Seret Nama Prajurit TNI, Ini Kata Mabes TNI
- Tiktok @puspentni
VIVAJabar – Isu dugaan keterlibatan prajurit TNI dalam kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang BRI Cempaka Putih, Mohamad Ilham Pradipta, mencuat ke publik.
Namun Markas Besar TNI memastikan hingga kini belum menerima informasi resmi terkait hal tersebut.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI, Mayjen Freddy Ardianzah, menegaskan pihaknya belum memperoleh laporan dari Polda Metro Jaya mengenai dugaan tersebut.
“Sampai saat ini, saya belum mendapat info dari Polda Metro Jaya terkait keterlibatan prajurit dalam kasus ini,” kata Freddy pada Selasa (26/8/2025).
Dia meminta publik memberi waktu untuk proses pengecekan lebih lanjut.
“Mohon waktu ya. Akan saya cross check dan update terkait permasalahan ini,” tegas Freddy.
Pernyataan ini menanggapi keterangan kuasa hukum empat tersangka penculikan dan pembunuhan Ilham Pradipta yang mengungkap dugaan keterlibatan oknum prajurit dalam aksi tersebut.
Adrianus Agal, kuasa hukum para pelaku, mengatakan ada pihak tertentu yang masuk dalam klaster pengintaian.
Dia menyebut kliennya diperintah seseorang berinisial F untuk menjemput paksa korban.
“Adik kami, Eras … diminta untuk menjemput paksa … ada perintah dari oknum F,” jelas Adrianus.
Menurut Adrianus, setelah penjemputan, korban akan diserahkan kepada pihak lain di Cawang, Jakarta Timur.
Dia juga menyebut kliennya ditekan untuk mengantar jenazah dan bahkan disuruh membuangnya.
“Ada instruksi untuk ‘membuang jenazah’,” tambahnya.
Atas dugaan ini, Adrianus mengaku telah meminta perlindungan kepada Kapolri dan Panglima TNI.
“Makanya, kami harus hati-hati terhadap berita seperti ini. Makanya, kami minta perlindungan ke Panglima TNI. Kami juga sudah minta perlindungan ke Kapolri karena ada dugaan,” ujarnya.
Sementara itu, Polda Metro Jaya telah mengamankan empat tersangka utama yang diduga menjadi otak penculikan dan pembunuhan.
Mereka adalah DH, YJ, dan AA yang ditangkap di Solo pada Jumat (23/8/2025), serta C yang dibekuk di PIK, Jakarta Utara, pada Sabtu (24/8/2025).
Selain itu, empat pelaku lapangan berinisial AT, RS, RAH, dan RW juga ditahan.
Mereka menculik Ilham Pradipta di Lotte Grosir Jakarta Timur, sebelum akhirnya korban ditemukan tewas di Serang Baru, Kabupaten Bekasi.