Jakarta Malam Ini, Demo Ojol Affan Kurniawan Meluas ke DPR hingga Brimob

demonstrasi
Sumber :
  • Instagram @jktgo

VIVAJabar – Jakarta kembali diguncang aksi demonstrasi buntut tewasnya pengemudi ojek online Affan Kurniawan (21), yang dilindas kendaraan taktis Brimob di Pejompongan, Kamis (28/8) malam. 

img_title ‎DPR Ajukan RUU Perampasan Aset, Begini  Kata Yusril Ihza Mahendra

‎Massa turun ke jalan di sejumlah titik strategis, mulai dari DPR RI, Polda Metro Jaya, hingga Mako Brimob Kwitang. 

‎Sejumlah aksi berubah ricuh, ditandai lemparan batu, molotov, hingga pembakaran ban.

img_title Heboh, DPR Desak TNI Bongkar Alasan Ferry Irwandi Disebut Ancaman Siber

‎Sejak sore, massa sempat mendobrak pagar depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat. 

‎Menjelang malam, situasi makin memanas ketika mereka meluncurkan petasan ke arah gedung parlemen. 

img_title UU Perlindungan Konsumen Dinilai Usang, DPR Didesak Revisi

‎Hingga malam, sebagian massa masih bertahan di dalam area DPR.

‎Situasi tak kalah panas terjadi di sekitar Polda Metro Jaya. 

‎Massa yang berkumpul melempari batu dan petasan ke arah polisi. 

‎Petugas merespons dengan menutup pintu gerbang dan menyemprotkan water cannon untuk membubarkan kerumunan.

‎Melalui pengeras suara, polisi mengingatkan massa agar tidak berbuat anarkis.

‎“Kami imbau kepada adik-adik sekalian untuk tidak melakukan tindakan anarkis, sampaikan aspirasi dengan baik,” ujar aparat kepolisian.

‎Ketegangan juga pecah di depan Mako Brimob Kwitang, Senen, Jakarta Pusat. 

‎Massa melempar molotov yang memicu kobaran api di gerbang utama. 

‎Hujan yang turun sempat meredam api, namun petasan terus menghantam arah markas. 

‎Polisi menanggapi dengan gas air mata, sementara Brimob, Marinir, dan Kostrad berjaga ketat.

‎Tak berhenti di situ, aparat Brimob kemudian menyisir kawasan sekitar demo dengan tameng, pentungan, serta kendaraan taktis. 

‎Massa pun kocar-kacir ke arah Tugu Tani, Simpang Senen, dan Gunung Sahari.

‎Di Jakarta Timur, konsentrasi massa juga terlihat di persimpangan Jalan Otto Iskandardinata (Otista). 

‎Mereka membakar ban, menyalakan petasan, hingga menutup akses jalan. 

‎Asap hitam pekat membumbung tinggi dan menyebabkan kemacetan panjang dari arah Kampung Melayu menuju Dewi Sartika.

‎Aksi juga berlangsung di depan Mabes Polri, Jakarta Selatan. 

‎Massa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Indonesia (GMI) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) memulai aksi dengan menggelar salat gaib untuk Affan Kurniawan. 

‎Seusai itu, mereka melempar botol dan membakar ban di depan gerbang Trunojoyo.

Halaman Selanjutnya
img_title