Mahfud MD Ungkap Fakta Mengejutkan Soal Demo, Ini Pesan untuk Prabowo
VIVAJabar – Gelombang demonstrasi besar-besaran yang terjadi baru-baru ini menarik perhatian beberapa tokoh nasional, termasuk Mahfud MD.
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan itu memberikan pendapat serta rekomendasi langsung kepada Presiden terpilih Prabowo Subianto mengenai cara menangani aksi massa yang meluas.
Mahfud berpendapat bahwa pemerintah lebih baik tidak terlalu sibuk mencari “pelaku” di balik unjuk rasa, tetapi lebih fokus pada memahami isu-isu mendasar yang menyebabkan masyarakat turun ke jalan.
Mahfud berkeyakinan bahwa sebagian besar aksi yang berlangsung bukan akibat rekayasa politik atau provokasi dari kelompok tertentu, melainkan reaksi spontan dari rasa kecewa masyarakat.
Dia mengingatkan bahwa semakin cepat pemerintah memahami hal ini, semakin cepat solusi dapat ditemukan.
“Ini adalah murni rasa kecewa rakyat. Jangan terburu-buru mencurigai, apalagi menuduh tanpa bukti,” kata Mahfud.
Ia berpendapat bahwa saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk membuat narasi tentang musuh dalam selimut atau ancaman konspirasi.
Sebaliknya, momen ini seharusnya dijadikan kesempatan bagi pemerintah untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat.
Mahfud menegaskan bahwa pemerintah bisa keluar dari krisis ini jika mau menerima kritik dan melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang dianggap merugikan masyarakat.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya menjaga hak rakyat untuk menyampaikan pendapat. Aksi demonstrasi merupakan hak konstitusional yang dilindungi oleh hukum.
Namun begitu, Mahfud mengingatkan agar unjuk rasa tidak berubah menjadi tindakan kekerasan. Ia mengungkapkan bahwa kekerasan dan kerusuhan hanya akan merugikan rakyat itu sendiri, serta menimbulkan ketakutan dan kekacauan yang tidak perlu.
Satu hal yang menjadi perhatian Mahfud adalah peran aparat keamanan. Ia meminta agar aparat tidak dijadikan tameng oleh para pembuat kebijakan.
“Aparat bukan musuh rakyat. Mereka hanya menjalankan tugas. Namun jika perintah yang diberikan salah, maka pemimpin adalah yang harus disalahkan,” tegasnya.
Dia juga menyarankan agar para pemimpin lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan yang berpotensi memperburuk ketegangan.
Lebih lanjut, Mahfud juga mengajak Presiden Prabowo agar tidak terjebak pada simbol-simbol kekuasaan yang kaku dan angkuh. Ia menekankan bahwa rakyat tidak marah tanpa alasan.