Dedi Mulyadi Kucurkan Rp60 Miliar untuk Ojol, Begini Skema BPJS Ketenagakerjaannya
VIVAJabar – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memperkenalkan sebuah program baru yang mengalokasikan dana sebesar Rp60 miliar untuk menanggung biaya iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi para pekerja informal.
Program ini efektif mulai 1 September 2025, dengan proses pendaftaran yang dilakukan langsung di Gedung Sate, Bandung.
Inisiatif ini mencakup berbagai jenis pekerjaan yang selama ini tidak memiliki perlindungan, seperti ojek online (ojol), sopir truk, petani, nelayan, pedagang asongan, pekerja bangunan, serta pemulung.
Mereka semua akan didaftarkan dalam program asuransi yang bertujuan untuk melindungi mereka dari risiko yang dihadapi dalam pekerjaannya sehari-hari.
Biaya tahunan untuk setiap peserta ditetapkan sebesar Rp201. 000, dan akan ditanggung secara bersama oleh pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta perusahaan ojek online.
Dedi Mulyadi
- Instagram @infokrw
Selain itu, pendanaan ini juga bisa melibatkan sektor swasta dan pengusaha lokal sebagai bagian dari tanggung jawab sosial.
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa jika para kepala daerah tidak mau bekerja sama, anggaran tersebut tidak akan dialokasikan untuk daerah mereka.
"Jika masyarakat mengeluh, tanyakan kepada kepala daerahnya," ungkap Gubernur sebuah penegasan tentang komitmennya untuk keadilan sosial.
Program perlindungan ini mencakup penggantian biaya perawatan akibat kecelakaan kerja, penyediaan bantuan seperti kaki palsu, serta ganti rugi penghasilan selama masa penyembuhan.
Selain itu, ahli waris peserta akan mendapatkan santunan, dan ada juga beasiswa untuk anak-anak peserta.
Pada tahap awal, program ini ditargetkan untuk mencakup tiga juta pekerja informal di Jawa Barat. Pemerintah provinsi berharap jumlah tersebut akan terus bertambah melalui kerjasama lintas sektor di masa mendatang.
Dengan skema ini, pemerintah daerah tidak hanya menjawab kebutuhan perlindungan bagi pekerja yang rentan, tetapi juga menciptakan rasa keadilan sosial.
Bahkan, pengusaha kecil, seperti pemilik pabrik bata lokal, diharapkan dapat berkontribusi dalam melindungi tenaga kerja mereka.
Secara keseluruhan, program ambisius ini memiliki makna yang besar bagi jutaan pekerja informal di Jawa Barat.
Dana yang cukup besar dan kolaborasi yang ditawarkan menjadi bentuk baru dari perlindungan sosial yang adil dan merata.