‎2 Penyebab Demo Ricuh Terungkap, Ferry Irwandi Buka Suara

Ferry Irwandi
Sumber :
  • YouTube @OfficialiNews

VIVAJabar – ‎CEO Malaka Project, Ferry Irwandi, mengungkap analisisnya terkait kerusuhan yang terjadi dalam aksi massa beberapa waktu terakhir. 

img_title Persib Bandung Siap Taklukkan Asia, Federico Barba Jadi Sorotan

‎Dalam program Rakyat Bersuara iNews, ia menilai ada dua faktor yang paling memicu kericuhan, yakni tindakan aparat dan perilaku massa di lapangan.

‎“Kalau kita bicara penyebab, ada dua hal. Pertama tindakan aparat, kedua perilaku massa. Ini yang harus kita baca secara hati-hati,” ujar Ferry dalam program Rakyat Bersuara iNews, Selasa (2/9/2025).

img_title Mau Paham Kapitalis, Simak Tips Praktis Kelebihan dan Kekurangannya

‎Ferry menekankan bahwa akibat kerusuhan yang berlangsung sejak 25 Agustus, tercatat sudah ada korban jiwa. 

‎“Sejak tanggal 25 sampai sekarang, ada sembilan orang meninggal. Itu bukan sekadar angka, itu nyawa manusia. Ada luka yang tidak akan pernah hilang bagi keluarga mereka,” tegasnya.

img_title Fakta Baru, Dedi Mulyadi Klarifikasi Anggaran Dinas Gubernur Jauh dari Isu Rp2,8 Miliar Per Bulan

‎Dia juga menyoroti langkah aparat yang menembakkan gas air mata ke lingkungan kampus di Bandung. 

‎Menurut Ferry, tindakan itu tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. 

‎“Apa pun alasannya, penembakan gas air mata ke dalam kampus tidak bisa dibenarkan. Kampus adalah ruang akademik, bukan arena perang,” ucapnya.

‎Ferry menambahkan bahwa tidak semua peserta aksi bisa dipukul rata sebagai pelaku anarkis. 

‎“Kita tidak bisa menyamakan semuanya. Ada mahasiswa yang menyampaikan tuntutan dan ada juga massa yang berbuat anarkistis. Itu dua hal berbeda,” jelasnya, seraya meminta publik berhati-hati dalam menilai.

‎Di akhir penjelasannya, Ferry mengingatkan pemerintah untuk bijak dalam membaca situasi agar solusi yang diambil tidak salah arah. 

‎“Kalau masalah dasarnya salah dibaca, maka penyelesaiannya juga akan melenceng. Ini yang harus hati-hati, karena menyangkut kepercayaan publik dan nyawa orang,” pungkasnya.

‎Kericuhan yang muncul dalam aksi massa, menurut Ferry, bukan hanya dipicu oleh tindakan aparat tetapi juga akibat ulah sebagian kelompok. 

‎Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya pendekatan yang lebih akurat agar penanganan tidak menimbulkan masalah baru dan tetap melindungi keselamatan masyarakat.