2 Penyebab Demo Ricuh Terungkap, Ferry Irwandi Buka Suara
- YouTube @OfficialiNews
VIVAJabar – CEO Malaka Project, Ferry Irwandi, mengungkap analisisnya terkait kerusuhan yang terjadi dalam aksi massa beberapa waktu terakhir.
Dalam program Rakyat Bersuara iNews, ia menilai ada dua faktor yang paling memicu kericuhan, yakni tindakan aparat dan perilaku massa di lapangan.
“Kalau kita bicara penyebab, ada dua hal. Pertama tindakan aparat, kedua perilaku massa. Ini yang harus kita baca secara hati-hati,” ujar Ferry dalam program Rakyat Bersuara iNews, Selasa (2/9/2025).
Ferry menekankan bahwa akibat kerusuhan yang berlangsung sejak 25 Agustus, tercatat sudah ada korban jiwa.
“Sejak tanggal 25 sampai sekarang, ada sembilan orang meninggal. Itu bukan sekadar angka, itu nyawa manusia. Ada luka yang tidak akan pernah hilang bagi keluarga mereka,” tegasnya.
Dia juga menyoroti langkah aparat yang menembakkan gas air mata ke lingkungan kampus di Bandung.
Menurut Ferry, tindakan itu tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.
“Apa pun alasannya, penembakan gas air mata ke dalam kampus tidak bisa dibenarkan. Kampus adalah ruang akademik, bukan arena perang,” ucapnya.
Ferry menambahkan bahwa tidak semua peserta aksi bisa dipukul rata sebagai pelaku anarkis.
“Kita tidak bisa menyamakan semuanya. Ada mahasiswa yang menyampaikan tuntutan dan ada juga massa yang berbuat anarkistis. Itu dua hal berbeda,” jelasnya, seraya meminta publik berhati-hati dalam menilai.
Di akhir penjelasannya, Ferry mengingatkan pemerintah untuk bijak dalam membaca situasi agar solusi yang diambil tidak salah arah.
“Kalau masalah dasarnya salah dibaca, maka penyelesaiannya juga akan melenceng. Ini yang harus hati-hati, karena menyangkut kepercayaan publik dan nyawa orang,” pungkasnya.
Kericuhan yang muncul dalam aksi massa, menurut Ferry, bukan hanya dipicu oleh tindakan aparat tetapi juga akibat ulah sebagian kelompok.
Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya pendekatan yang lebih akurat agar penanganan tidak menimbulkan masalah baru dan tetap melindungi keselamatan masyarakat.