Kata NasDem Soal Gaji, Tunjangan, Fasilitas Ahmad Sahroni Setelah Dinonaktifkan
VIVAJabar - Rumah Ahmad Satroni, politisi partai NasDem digeruduk massa karena omongannya menyakiti hati rakyat Indonesia.
Tak tinggal diam, partai NasDem pun menonaktifkan Ahmad Satroni sebagai anggota DPR RI dan kabarnya ia mengajukan pengunduran diri sebagai wakil rakyat.
Menanggapi hal tersebut, waketum Partai NasDem, Saan Mustopa, menanggapi kabar Ahmad Sahroni mengundurkan diri sebagai anggota DPR.
Saan mengatakan belum ada informasi yang masuk ke pihaknya terkait itu.
"Ah itu belum, nanti kita cek ya," kata Saan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.
Wakil Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni
- screenshot berita viva news
Posisi Ahmad Sahroni masih menjabat Bendum NasDem. Meskipun sebelumnya NasDem telah mengambil langkah untuk menonaktifkan Sahroni sebagai anggota legislatif.
"Sudah menonaktifkan ya, apa, Pak Sahroni sama Bu Nafa itu sesuai dengan keputusan surat dari DPP. Dan kedua, terkait dengan tuntutan hak-haknya kan juga DPP sudah kirim ke fraksi dan fraksi sudah menyampaikan ke kesekjenan untuk ditindaklanjuti terkait dengan pemberhentian, terkait dengan hak-hak mereka sebagai anggota DPR," kata Saan.
Saan tak dapat memastikan apakah Ahmad Sahroni akan diganti, sebab proses itu harus dilalui di ruang internal partai.
"Nanti proses, kan ada proses di internal," ungkapnya.
Banyak warganet berkomentar Ahmad Sahroni dinonaktifkan tapi gaji, fasilitas dan tunjangan diterimanya.
Partai NasDem memberikan tanggapan, supaya gaji, tunjangan dan seluruh fasilitas terhadap anggota DPR yang dinonaktifkan tidak diberikan.
"Fraksi Partai NasDem DPR RI meminta penghentian sementara gaji, tunjangan, dan seluruh fasilitas bagi yang bersangkutan, yang kini berstatus nonaktif, sebagai bagian dari penegakan mekanisme dan integritas partai," tegas Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI Viktor Bungtilu Laiskodat.