Pos Indonesia Ubah Koperasi Jadi Kantor Pos Modern, Bisa Kirim Barang ke 228 Negara
- Istimewa
VIVAJabar – PT Pos Indonesia terus memperkuat perannya dalam membangun ekosistem logistik nasional yang lebih efisien hingga ke pelosok desa.
Melalui dukungan penuh terhadap program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), Pos Indonesia ingin menjadikan koperasi sebagai pusat layanan logistik modern sekaligus motor penggerak ekonomi lokal.
Komitmen ini ditegaskan dalam webinar bertajuk “Membangun Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih melalui Agen Pos” yang digelar secara daring, Rabu (3/9/2025).
Acara ini menghadirkan Direktur Business Development & Portfolio Management Pos Indonesia, Prasabri Pesti, dan diikuti lebih dari 600 peserta dari berbagai daerah.
Target 80 Ribu Koperasi Desa
Prasabri menjelaskan, KDMP merupakan program prioritas pemerintah yang tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025.
Presiden menargetkan berdirinya 80.000 koperasi desa/kelurahan di seluruh Indonesia. Saat ini sudah terbentuk sekitar 15.000–16.000 koperasi.
“Pos Indonesia siap menjadi tulang punggung logistik KDMP. Agen Pos akan berperan layaknya Kantor Pos di tingkat desa atau kelurahan,” ujar Prasabri, Kamis 4 September 2025.
Agen Pos Jadi Multi Layanan
Melalui KDMP, koperasi desa tak hanya berfungsi sebagai wadah simpan pinjam. Dengan menjadi Agen Pos, koperasi otomatis bisa melayani:
Pengiriman paket, surat, dan dokumen, Pembelian materai, Pembayaran listrik, telepon, hingga tagihan lain, Dukungan UMKM untuk distribusi produk ke marketplace.
“Dengan satu pintu, koperasi bisa jadi pusat layanan logistik dan keuangan masyarakat desa,” tambahnya.
Tiga Tahap Transformasi Logistik Desa
Pos Indonesia membagi dukungan KDMP dalam tiga tahap besar:
Fase Awal Konsultasi logistik, distribusi barang, pergudangan, penyaluran bansos, hingga operasi pasar.
Fase Menengah yaitu distribusi sekunder dengan sistem Transport Management System (TMS) dan Warehouse Management System (WMS).
Fase Lanjutan yaitu membawa koperasi desa go global melalui integrasi dengan platform Pos Aja UMKM dan storefront digital.
“Tujuan akhirnya, koperasi bisa mengelola logistik secara profesional, efisien, sekaligus memperluas pasar produk unggulan desa hingga internasional,” tegas Prasabri.
Kisah Sukses Agen Pos
Webinar ini juga menghadirkan Fajar Gustaman, pengelola Agen Pos yang sukses meraih omzet hingga Rp400 juta.