Bandung Zoo Rugi Rp2,7 Miliar Usai Tutup Saat Liburan
VIVAJabar – Bandung Zoo harus menanggung kerugian besar setelah ditutup sejak 6 Agustus 2025.
Humas Yayasan Margasatwa Tamansari, Sulhan Syafi’i, menyebut kebun binatang tersebut kehilangan pemasukan sekitar Rp2,7 miliar akibat kondisi tersebut.
“Kerugiannya sekitar Rp2,7 miliar,” ungkap Sulhan.
Penutupan itu membuat Bandung Zoo tidak bisa memanfaatkan dua momentum liburan penting, yakni peringatan 17 Agustus dan Maulid Nabi.
Kedua momen itu biasanya menjadi puncak kunjungan wisatawan, namun tahun ini terpaksa terlewat.
Bandung Zoo
- Instagram @irfansolihin123
Sulhan menambahkan, pihak pengelola sudah melayangkan surat kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan DPRD Kota Bandung agar eduwisata ini segera kembali dibuka.
Dari dua lembaga itu, baru DPRD yang memberikan respons dengan menjadwalkan pembahasan, sementara Pemkot Bandung belum memberikan tanggapan.
“Baru DPRD yang merespons. Kalau Pemkot, sampai sekarang belum ada,” jelasnya.
Di sisi lain, kondisi karyawan Bandung Zoo juga menjadi perhatian.
Yaya Suhaya dari Serikat Pekerja Bandung Zoo menuturkan, meski ada beberapa departemen yang praktis tidak beroperasi, seperti marketing dan ticketing, seluruh karyawan tetap masuk kerja. Mereka dipindahkan untuk membantu bagian lain, termasuk merawat satwa.
“Semua karyawan tetap kerja, tidak ada yang dirumahkan. Cuma memang ada pengalihan tugas. Misalnya yang biasanya di ticketing, sekarang ikut bantu merawat satwa,” ujar Yaya.
Menurut Yaya, gaji para pegawai tetap dibayarkan penuh oleh Yayasan Margasatwa Tamansari.
Namun, ia mengakui ada kekhawatiran karena pemasukan utama kebun binatang bersumber dari tiket, sedangkan penutupan berkepanjangan jelas memukul keuangan.
“Untuk gaji masih tetap dibayarkan. Tapi kan kita khawatir juga karena pemasukan utamanya dari tiket. Kalau tutup terus ya berat,” ucapnya.
Dengan kondisi tersebut, pihak pengelola berharap Pemkot Bandung segera memberikan keputusan agar Bandung Zoo dapat kembali beroperasi.
Penutupan yang terlalu lama bukan hanya berdampak pada keuangan lembaga, tetapi juga pada kesejahteraan karyawan dan kelangsungan perawatan satwa.