Dedi Mulyadi Geram, Sampah Pasar Caringin Tak Kunjung Terselesaikan
VIVAJabar – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan ketidakpuasannya terhadap keadaan sampah di Pasar Induk Caringin, Kota Bandung, yang belum juga teratasi meskipun keluhan tersebut sudah viral di dunia maya.
Ia menegaskan bahwa pengelolaan sampah di pasar itu harus dilakukan oleh para pengelola pasar itu sendiri.
Dedi menjelaskan bahwa Pemprov Jabar sebelumnya telah terjun langsung ke lokasi untuk membersihkan tumpukan sampah sebagai langkah awal.
Namun, saat ini ia menolak untuk terus menangani masalah ini jika pengelola pasar tidak menjalankan tanggung jawab mereka.
Dedi Mulyadi
“Sejak awal saya telah memberikan arahan dan melakukan tindakan. Namun, tidak bisa terus-menerus diserahkan kepada pemerintah,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa Pasar Caringin dikelola oleh pihak swasta, yang seharusnya memiliki tanggung jawab penuh atas sampah yang dihasilkan di area pasar tersebut.
Dedi mengingatkan bahwa pengelola menarik biaya untuk sampah, sehingga tidak wajar jika mereka mengabaikan pengelolaan limbah tersebut.
Di samping bersikap tegas, Dedi juga menyampaikan bahwa jika pengelola pasar terus mengabaikan tanggung jawab, kemungkinan akan ada penegakan hukum, termasuk peringatan mengenai pelanggaran lingkungan.
Sementara itu, Pemerintah Kota Bandung yang diwakili oleh Dinas Lingkungan Hidup telah melakukan penyelidikan dan menemukan bahwa beberapa metode pengelolaan limbah di pasar itu tidak sesuai dengan regulasi.
Terutama terkait dengan pembakaran dengan insinerator yang dinilai tidak memenuhi standar.
Dengan tenggat waktu yang tidak resmi di hari-hari mendatang, Dedi berharap pengelola Pasar Caringin segera memperbaiki pengelolaan sampah agar tidak menjadi beban bagi lingkungan dan masyarakat setempat.