Tak Perpanjang Kontrak di Red Sparks, Megawati Hangestri Merapat ke Klub Eropa? Segini Gaji yang Ditawarkan!
VIVA Jabar – Megawati Hangestri tengah menjadi sorotan di Korea Selatan setelah muncul rumor bahwa ia akan mendapat tawaran menggiurkan dari klub luar negeri jika meninggalkan Red Sparks musim depan.
Media Korea bahkan mengaitkan kabar ini dengan keputusan Megawati yang tidak mendaftarkan dirinya dalam kuota pemain asing untuk V-League 2025/2026.
Bintang voli Indonesia ini baru saja menutup musim reguler V-League 2024/2025 dengan hasil kurang memuaskan
setelah Red Sparks kalah dramatis dari Korea Expressway Hi-Pass dalam pertandingan terakhir di Chungmu Gymnasium, Daejeon.
Kekalahan ini memastikan Red Sparks finis di peringkat ketiga dan gagal menggeser Hyundai Hillstate di posisi kedua.
Dengan hasil tersebut, Red Sparks akan bertemu Hillstate di babak playoff dan harus lebih dulu bertanding di kandang lawan.
Di tengah persiapan menuju laga penting ini, nama Megawati justru ramai diperbincangkan dalam bursa transfer.
Sejumlah media Korea Selatan melaporkan bahwa peluang Megawati untuk bermain di Eropa semakin terbuka lebar.
“Minat terhadap Mega telah tumbuh secara signifikan, dimulai di Amerika Serikat dan sekarang meluas ke klub-klub di Jepang dan Eropa. Tentu saja, kembali ke Indonesia juga dimungkinkan,” tulis Sports Donga.
Spekulasi ini semakin kuat setelah agen Megawati di Korea, Kim Seong-hoon, mengonfirmasi bahwa Megatron julukan Megawatitidak mendaftarkan dirinya dalam kuota pemain asing untuk V-League musim depan.
Pernyataannya ini sejalan dengan wawancara Megawati di awal musim, di mana ia mengungkapkan keinginannya untuk mencoba berkarier di negara lain.
“Aku pastinya ingin bermain lagi sih, mungkin kalo bisa ke berbagai negara sih, mau nyoba ke berbagai negara juga gitu,” ujar Mega dalam wawancara dengan kanal YouTube The Spike. “Pengen mengembangkan ilmu voli-ku aja sih,” tambahnya.
Media Korea pun menghubungkan pernyataan ini dengan potensi kepindahan Megawati ke Eropa.
“Fakta bahwa Mega tak mendaftar kuota asing (V-League) menjadi sinyal kuat bahwa dia sedang mempersiapkan tantangan baru di luar Korea,” ujar Baegudosa.
Selain peluang berkembang di kompetisi yang lebih kompetitif, faktor gaji juga disebut menjadi alasan Megawati mempertimbangkan pindah ke Eropa.
Jika tetap bermain di V-League, ia bisa mendapatkan gaji maksimal 250 ribu USD (Rp4,05 miliar) per musim. Namun, klub-klub Eropa disebut menawarkan bayaran yang jauh lebih besar, berkisar antara 400 ribu USD (Rp6,6 miliar) hingga 1 juta USD (Rp16,5 miliar) per musim.
“Liga Eropa memiliki harga pemain yang lebih tinggi dibandingkan dengan V-League,” jelas media Korea. “Berbeda dengan batas pemain asing di V-League sebesar 250 ribu USD, pemain yang berkarier di Eropa biasanya menerima gaji 400 ribu USD bahkan lebih dari 1 juta USD,” tambah Baegudosa.
Dengan performa impresifnya selama dua musim terakhir, media Korea menilai bahwa Megawati memiliki kualitas untuk bersaing di Eropa.
“Keterampilan Mega saat ini menunjukkan kepercayaan diri bahwa dia cukup kompetitif untuk main di Eropa,” pungkas laporan tersebut.
Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari Megawati atau pihak Red Sparks terkait rumor ini.
Namun, dengan meningkatnya minat dari berbagai klub luar negeri, bukan tidak mungkin Megawati akan mengambil langkah besar dalam kariernya pada musim mendatang