Ratu Voli Korea Selatan Percaya Hentikan Red Sparks Pada Laga Ketiga Final Liga Voli Tapi Gagal
VIVA Jabar –Megawati Hangestri setelah berhasil menjadi sebuah pahlawan kemenangan bagi Red Sparks untuk menunjukkan Pink Spiders yang telah dipimpin oleh sang ratu voli Korea Selatan, Kim Yeon-koung.
Dalam perjanjian keempat final Liga voli Korea 2024-2025 Red Sparks vs Pink Spiders Telah bertemu dalam laga keempat Liga final voli Korea Selatan.
Pasukan Ko Hee Jin telah berhasil mengalahkan Pink Spiders dengan skor akhir 3-2 dan kemenangan ini telah membuat kedua tim tersebut imbang 2-2 sehingga memaksa digelarnya pertandingan kelima dalam menentukan sang juara.
Dalam dua senjata Red Sparks Megawati Hangestri dan Vanja Bukilic telah berhasil membawa Red Sparks tampil secara impresif meski keduanya tidak sedang berada dalam kondisi yang prima.
Megawati berhasil mencetak 38 poin dan tingkat keberhasilan serangan 47,4% sedangkan untuk Vanja Bukilic telah berhasil mengemas 28 poin dengan tingkat keberhasilan 51%.
Ratu voli Korea Selatan dengan jumawa telah mengaku tak ingin membawa pertandingan ini sampai ke laga keempat dan terakhir Kim Yeon-koung telah mengungkapkan sebuah tekadnya yang sangat kuat dan mengatakan ingin menyelesaikan Red Sparks dan Megawati hanya dengan tiga kemenangan yang berlangsung.
Megawati Hangestri Pertiwi
- -
Best of five akan tetapi tim yang dulu meraih tiga kemenangan akan segera dinobatkan sebagai juara.
“Saya ingin menyelesaikannya di game ketiga. Saya akan menjalaninya seolah-olah tidak ada lagi yang tersisa setelah game ketiga.” kata dia.
Ko Hee Jin pelatih Red telah menanggapi sebuah soal rencana pensiun ratu voli Korea tersebut yang rencananya akan digelar di Daejeon.
"Saya pikir akan bagus jika Kim Yeon-young pensiun di Samsan Gymnasium," ucapnya tertawa dilansir dari Naver.
"Bukankah itu menyenangkan? Menurutku, itu akan terlihat bagus. Pertandingan bola voli putra berakhir kemarin (tanggal 5), tetapi penggemar bola voli putri mungkin ingin menonton setidaknya satu pertandingan lagi," ungkapnya.
Dan dia juga telah mengatakan bahwa kondisi Vanja Bukilic pada saat ini telah kembali dengan keadaan belum sepenuhnya pulih.
"Sekarang bukan saatnya kondisinya membaik. Yang tersisa hanyalah kekuatan mental. Ini adalah pertarungan tentang siapa yang lebih putus asa dan siapa yang memiliki kekuatan mental lebih besar," pungkasnya.*