Kehilangan Meriam Kembar, Bagaimana Red Sparks Bangkit dari Bayangan Megawati dan Vanja Bukilic?
- KOVO
VIVAJabar – Tantangan besar menanti Daejeon JungKwanJang Red Sparks untuk musim depan Liga Voli Korea. Kepergian dua pilar utama, Megawati Hangestri Pertiwi dan Vanja Bukilic, memaksa tim ini mencari formula baru.
Keberhasilan Red Sparks mencapai final musim 2024-2025 tak lepas dari peran duo asing ini. Total 268 poin disumbangkan oleh keduanya selama lima pertandingan final.
Megawati Hangestri, pevoli asal Jember, menjadi tumpuan utama lini serang dengan koleksi 153 poin.
Sementara Vanja Bukilic dari Serbia melengkapi keganasan tim dengan tambahan 115 poin.
Kepergian keduanya memaksa pelatih Ko Hee-jin berpikir keras. Ia harus mencari pemain pengganti yang mampu mengisi kekosongan ini.
Move on dari bayangan duo maut ini menjadi harga mati bagi Red Sparks. Ko Hee-jin harus memulai segalanya dari awal untuk musim depan.
"Saya akan membuang semua penyesalan dari hari ini dan mulai lagi, sekarang, saya akan menonton video pertandingan ke-5 babak final," ungkap Ko Hee Jin.
Megawati Hangestri dan Vanja Bukilic
Megawati akan kembali ke Indonesia untuk membela Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia. Dia akan bermain di babak final four Proliga 2025.
Bukilic memilih untuk melanjutkan kariernya di liga Eropa. Keputusan keduanya meninggalkan Red Sparks menutup satu era gemilang.
Ko Hee-jin mengakui penyesalannya karena gagal meraih gelar juara. Kekalahan dengan agregat 2-3 dari Incheon Heungkuk Life Pink Spiders menyisakan luka.
"Saya merasa menyesal karena terus gagal, saya akan mencoba untuk mengelola tim agar tidak ada lagi penyesalan di musim yang baru dan tidak akan kekurangan apa pun," kata Ko Hee Jin.
Tantangan Red Sparks bukan hanya mencari pengganti Megawati dan Bukilic. Mereka juga harus membangun chemistry baru antara pemain lokal dan asing.
Tim berjuluk Red Force ini harus memulai proses adaptasi sejak awal. Pengalaman runner-up musim ini harus menjadi pelajaran berharga.(*)