Belum Tampil di Final Four, Megawati Disebut Jadi Pemain dengan Gaji Tertinggi di Proliga 2025

Megawati Hangestri
Sumber :

VIVA Jabar – Meski belum sempat turun bermain di babak Final Four Proliga 2025, nama Megawati Hangestri Pertiwi sudah mencuri perhatian.

img_title Gaji DPRD Bandung Dievaluasi, Begini Respons Edwin Senjaya

Bukan hanya karena kehebatannya di lapangan, tapi juga karena rumor yang menyebutkan dirinya sebagai pemain dengan bayaran tertinggi di kompetisi tersebut.

Sebelumnya, pevoli yang akrab dijuluki Megatron ini resmi bergabung dengan Gresik Petrokimia untuk memperkuat tim di babak final four Proliga 2025.

img_title Ibunda Megawati Hangestri Beri Pesan Mendalam Sebelum Kepergian ke Turki, Ini Isinya

Kabar ini diumumkan langsung oleh klub melalui akun Instagram resmi mereka, @petrovoli_, pada Rabu (9/4/2025), seperti yang dilaporkan Viva Jabar.

Kendati hanya direkrut untuk fase akhir kompetisi, Megawati langsung menjadi sorotan.

img_title Gaji Gubernur Jabar 2025 Tembus Rp33,2 Miliar, Pajak Ditanggung

Catatan prestasinya di level internasional, terutama saat membela Red Sparks di V-League Korea Selatan selama dua musim, menjadi salah satu faktor yang membuat namanya begitu diperhitungkan.

Dengan segudang pengalaman dan reputasi gemilang, tak heran jika ia dikaitkan dengan status pemain termahal di Proliga.

“Kalau di Indonesia, mungkin (gajinya paling mahal),” ujar Megawati, dikutip dari tvonenews.

Sebagai perbandingan, saat membela Red Sparks, Megawati dilaporkan menerima bayaran sekitar Rp2,4 miliar per musim.

Sementara di musim sebelumnya ketika berseragam Jakarta BIN, ia disebut mendapatkan gaji antara Rp75 juta hingga Rp125 juta per bulan.

Meski nilai kontraknya bersama Gresik Petrokimia belum diungkap secara resmi, eksistensinya sebagai pemain yang pernah bersinar di liga luar negeri membuatnya pantas memperoleh kompensasi yang sebanding.

Dengan status barunya, Megawati tak hanya memperkuat barisan Gresik Petrokimia, tetapi juga kembali mengangkat gengsi Proliga di mata publik nasional.(*)