Media Korea Sorot Efek Kepergian Megawati Hangestri dan Pensiunnya Kim Yeon-koung, Popularitas V-league Menurun

Megawati Hangestri Pertiwi
Sumber :

VIVA Jabar – Media Korea menyoroti potensi menurunnya popularitas kompetisi voli profesional V-League musim depan, menyusul kabar hengkangnya Megawati Hangestri Pertiwi dari Red Sparks dan keputusan pensiun Kim Yeon-koung, ikon voli Korea Selatan.

img_title Ibunda Megawati Hangestri Beri Pesan Mendalam Sebelum Kepergian ke Turki, Ini Isinya

Seperti diberitakan Viva Jabar sebelumnya, Megawati memutuskan untuk mengakhiri kiprahnya di V-League dan kembali ke Indonesia karena alasan keluarga.

Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, terutama mengingat kontribusinya yang sangat besar selama dua musim terakhir bersama Red Sparks.

img_title Heboh, Megawati Hangestri Pilih Tinggalkan Klub Turki demi Balik ke Indonesia

Selama memperkuat tim asal Daejeon tersebut, pevoli asal Jember itu tampil konsisten dan menjadi tumpuan utama dalam setiap laga.

Ia tidak hanya mencetak total 867 poin musim ini—hasil dari spike mematikan, block solid, dan servis ace yang tajam namun juga berhasil menorehkan namanya sebagai atlet ke-47 dalam sejarah V-League yang mencapai 1.500 poin.

img_title 4 Juta Followers, Pemain Naturalisasi Timnas Jadi Idola di Instagram

Kim Yeon-Koung

Photo :
  • Naver Sport

Megawati pun dua kali meraih gelar MVP, yakni pada putaran ketiga dan keempat musim ini.

Bahkan, ia mencatat prestasi luar biasa dengan bertengger di posisi ketiga dalam daftar top skor V-League, setelah tahun lalu berada di posisi ketujuh.

Tidak hanya Megawati, pensiunnya Kim Yeon-koung yang dikenal luas sebagai Ratu Voli Korea uga menjadi perhatian besar.

Pengaruh dua pemain ini sangat besar, baik dari segi performa di lapangan maupun daya tarik terhadap penonton.

Kekhawatiran itu tercermin dalam laporan KBS News:

“Namun, dengan pensiunnya Kim Yeon-koung dan bahkan pemain asing spesial Mega yang hengkang, popularitas bola voli profesional musim depan terancam,” dikutip dari KBS News.

Dengan kepergian dua bintang besar ini, sejumlah pengamat menilai V-League perlu segera berbenah agar tetap menarik minat publik, terutama generasi muda yang selama ini menjadi basis penggemar fanatik.(*)