Tiga Perubahan Aturan Liga Champions, Apa Saja yang Berubah?
VIVA Jabar –UEFA dikabarkan akan menerapkan sejumlah perubahan aturan yang signifikan pada format Liga Champions yang mulai berlaku musim depan.
UEFA merupakan singkatan dari Union European Football Association salah satu asosiasi sepak bola nasional Eropa, menjalankan kompetisi klub dan negara termasuk Kejuaraan Eropa UEFA, Liga Negara UEFA, Liga Champions UEFA, Liga Eropa UEFA, Liga Konferensi Eropa UEFA, dan Piala Super UEFA, mengatur semua peraturan, hak siar media, serta hadiah disaat adanya kompetisi.
Setidaknya ada tiga perubahan penting yang akan dilakukan UEFA pada forma kompetisi antar klub paling elite di Eropa itu.
Menurut laporan media Jerman, BILD, Jumat (25/4/2025) perubahan pertama yang dibahas adalah penghapusan perpanjangan waktu.
Jika terjadi hasil seri pada fase sistem gugur, pertandingan akan langsung ditentukan melalui adu penalti.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses penyelesaian pertandingan dan mengurangi risiko cedera pemain akibat perpanjangan waktu.
Hal ini juga menjadi perhatian bagi banyak klub yang khawatir tentang kebugaran pemain mereka di fase-fase krusial kompetisi.
Dengan menghilangkan perpanjangan waktu, UEFA berharap dapat meningkatkan dinamika pertandingan dan memberikan pengalaman yang lebih menarik bagi penonton.
Ini adalah salah satu langkah yang diharapkan dapat membuat Liga Champions lebih kompetitif dan menarik.
Perubahan aturan kedua akan memberikan keuntungan bagi tim yang menyelesaikan fase liga di delapan besar.
Sebagaimana mereka akan diutamakan untuk memainkan leg kedua pertandingan sistem gugur di kandang sendiri.
Dalam perubahan ketiga, UEFA menetapkan bahwa tim dari negara yang sama tidak akan saling bertemu sebelum memasuki babak perempat final.
Sebelumnya, tim dari negara yang sama, yakni Real Madrid berhadapan dengan Atletico Madrid, sementara Bayern Munich berhadapan dengan Bayer Leverkusen.
Dengan mempertimbangkan kembali elemen perlindungan negara ini, UEFA berharap dapat menciptakan kompetisi yang lebih adil dan menarik bagi semua tim yang berpartisipasi.
Komite Kompetisi Klub akan membahas perubahan ini dalam rapat yang dijadwalkan pada 30 Mei mendatang.
Dengan adanya potensi perubahan ini, diharapkan Liga Champions dapat menjadi lebih kompetitif dan memberikan keadilan bagi semua klub.