Megawati Hangestri Akui Kurang Maksimal di Final Four Proliga 2025

Megawati Hangestri Pertiwi
Sumber :

VIVA Jabar –Pemain voli andalan Indonesia, Megawati Hangestri, akhirnya angkat bicara mengenai penampilannya yang dinilai kurang maksimal bersama Gresik Petrokimia dalam gelaran Final Four Proliga 2025.

img_title Netizen Terkejut, Posisi Megawati Hangestri di Manisa BBSK Akhirnya Terungkap

Ungkapan ini ia sampaikan langsung melalui siaran TikTok, menjawab berbagai kritik yang muncul dari warganet.

Gresik Petrokimia gagal melaju ke partai puncak setelah pesaing mereka, Jakarta Popsivo Polwan, berhasil mengalahkan Jakarta Pertamina Enduro.

img_title Megawati Gagal Selamatkan Timnas Voli Korea di Kejuaraan Dunia U-21 2025

Hasil ini memastikan langkah Petrokimia terhenti dan hanya menyisakan satu peluang terakhir memperebutkan posisi ketiga melawan Jakarta Electric PLN.

Sorotan publik pun tertuju pada performa Megawati yang dianggap belum maksimal. Namun, Mega menjelaskan bahwa keterbatasan waktu persiapan menjadi salah satu penyebab utama.

img_title Megawati Cs Gagal Total di SEA V League 2025, Ternyata Ini Penyebabnya

"Aku latihan di Proliga cuma satu hari, terus aku disuruh bermain kayak di Korea yang latihan tiga bulan. Tiga bulan sama satu hari, ya beda," ungkap Mega dalam siaran langsungnya.

Megawati Hangestri Pertiwi

Photo :
  • Gresik Petrokimia

Tak hanya itu, Mega juga mengaku masih dalam masa pemulihan dari cedera yang ia alami saat membela klub lamanya, Daejeon Red Sparks, di Liga Voli Korea.

Hal inilah yang membuatnya harus absen selama dua pekan di Seri Semarang dan Kediri, meskipun ia telah resmi bergabung sebelum Final Four dimulai.

Baru pada seri terakhir di Solo, Mega kembali masuk skuad. Namun, ia belum diturunkan secara penuh demi menjaga kondisi tubuhnya tetap stabil..

Dengan keterbatasan tersebut, Mega berharap publik bisa lebih objektif dan tidak menilai performa hanya dari satu atau dua pertandingan.

Kini, Megawati dan Gresik Petrokimia masih punya satu peluang terakhir mengamankan podium ketiga sebagai bentuk penutup musim yang tetap membanggakan.**