Media Korea Soroti Penampilan Megawati Hangestri di Proliga: Bermain Tidak Baik
VIVA Jabar – Media Korea SportsKhan, kembali menyoroti performa pemain voli andalah Indonesia, Megawat Hangestri Pertiwi di Proliga 2025.
Hal itu menyusul kemarahan Megawati kepada netizen karana dinilai penampilannya tidak sama dengan saat masih membela Red Sparks.
“Megawati telah bereaksi dengan kemarahan terhadap kritik dari penggemar karena tak tampil bagus di post-season Proliga 2025," tulis Media Korea SportsKhan.
Media tersebut menjelaskan bahwa Megawati mengalami cedera lutut saat babak playoff V-League di Korea, dan ketika kembali ke Indonesia, dia belum sempat berlatih secara optimal.
“Megawati mengalami cedera lutut saat post-season V-League, dia tidak dapat berlatih secara normal setelah bergabung dengan tim,” tambahnya.
Megawati Hangestri Pertiwi
- Ist
“Faktanya, Mega tidak dapat bermain dengan baik selama final four, Petrokimia kesulitan di 4 seri terakhir karena dia tidak bermain dengan baik," tulis media itu lagi.
Diketahui, performa Megawati di Proliga 2025 memang berbeda dengan kontribusinya di Red Sparks, di mana dia dikenal sebagai andalan serangan dengan rata-rata poin tinggi per laga.
Di Korea, ia berlatih intensif dalam sistem kompetitif, sementara di Proliga ia hanya sempat berlatih satu hari sebelum turun ke lapangan.
SportsKhan juga mencatat bahwa ketika kontrak Megawati diumumkan oleh Petrokimia, klub menyatakan akan berupaya maksimal mendukung pemulihan fisiknya.
Namun, karena kurangnya waktu adaptasi dan minimnya latihan, Megawati tak bisa menampilkan permainan terbaiknya.
Hal inilah yang membuat sejumlah fans merasa kecewa, meskipun situasinya sebenarnya cukup kompleks.
Sorotan media Korea terhadap reaksi emosional Megawati juga mencerminkan perhatian terhadap pemain asing yang kembali ke liga domestik dan menghadapi ekspektasi tinggi, bahkan saat dalam kondisi belum fit sepenuhnya.
Meski penampilannya di Proliga kurang mengesankan, tidak dapat dimungkiri bahwa Megawati telah membuktikan kualitasnya secara internasional bersama Red Sparks.
Dengan demikian, kritik yang datang tanpa mempertimbangkan kondisi fisik Megawati menjadi tidak adil.
Bahkan, reaksi emosional Megawati dapat dilihat sebagai bentuk frustasi dari seorang atlet yang terbiasa tampil maksimal namun terhambat oleh cedera.
Ke depannya, dukungan dan pemahaman dari penggemar akan sangat menentukan perjalanan karier Megawati baik di level nasional maupun internasional.