6 Rekomendasi Olahraga yang Aman untuk Penderita Stroke

Ilustrasi Terapi Penderita Stroke
Sumber :
  • Pinterest

VIVAJabar - Aktifitas olahraga bagi penderita Stroke dinilai perlu diperhatikan jangan sampai memberi dampak negatif yang berkepanjangan. Untuk penderita Stroke, saran dan arahan dokter atau ahli fisioterapis agar rutinitas olahraga bisa memberikan efek menyembuhkan.

img_title Rekomendasi Durasi Ideal Untuk Olahraga Pagi yang Lagi Tren di 2025

Ada 6 rekomendasi olahraga bagi penderita stroke yang patut dipertimbangkan serta menyesuaikan dengan kondisi atau tingkatan stroke yang dialami.

1. Latihan Jalan Kaki (Walking)

img_title Olahraga Ringan Pagi Hari Tingkatkan Mood Kurangi Stres

Opsi gerakan ini dinilai dapat meningkatkan kekuatan otot kaki, keseimbangan, dan daya tahan tubuh dengan durasi mulai dari 5–10 menit per hari dan disarankan dilakukan perlahan menghindari rasa nyeri.

Agar nyaman dilakukan, penderita stroke disarankan menggunakan alat bantu jalan jika diperlukan, dan sebaiknya diawasi oleh pendamping atau terapis.

img_title Rahasia Konsisten Olahraga Pagi Tren Sehat 2025, Gak Perlu Niat Kuat!

2. Latihan Rentang Gerak (Range of Motion Exercise)

Aktifitas ini dinilai memberikan manfaat untuk pencegahan kekakuan sendi dan mempertahankan fleksibilitas otot. Contoh gerakannya yaitu menggerakkan lengan, tangan, atau kaki secara perlahan ke arah yang berbeda.

Gerakan ini cocok untuk penderita dengan keterbatasan gerak, bahkan yang masih di tempat tidur.

Ilustrasi Terapi Penderita Stroke

Photo :
  • Pinterest

3. Senam Ringan atau Aerobik Intensitas Rendah

Senam ini dapat meningkatkan sirkulasi darah dan menjaga fungsi jantung. Contoh: Duduk dan mengangkat kaki, mengangkat tangan ke atas, putaran bahu.

Perlu diperhatikan untuk menu olahraga ini bahwa penderita stroke disarankan menghindari gerakan cepat atau mendadak.

4. Latihan Keseimbangan (Balance Training)

Hal berikut dinilai memberikan manfaat mencegah potensi jatuh dan meningkatkan kontrol tubuh. Contoh gerakannya yaitu berdiri dengan satu kaki dengan pegangan, berjalan sambil memutar kepala.

Menu olahraga ini disarankan untuk fase pemulihan lanjutan.

5. Latihan Kekuatan (Strength Training)

Manfaatnya yaitu dapat membangun kembali otot yang melemah akibat stroke. Contoh gerakannya yaitu menggunakan resistance band, botol air sebagai beban ringan.

Gerakan ini disarankan dilakukan dengan frekuensi 2–3 kali seminggu dengan pengawasan.

Ilustrasi olahraga atau kesehatan kebugaran (Yoga)

Photo :
  • Screenshot berita VivaNews

6. Yoga atau Tai Chi

Dua gerakan uga diyakini dapat meningkatkan keseimbangan, fleksibilitas, dan ketenangan mental. Bahkan dianggap punya keunggulan yaitu dengan gerakan lambat fokus pada pernapasan.

Disarankan agar pilih kelas khusus untuk pemulihan stroke atau ikuti instruksi dari terapis.

Halaman Selanjutnya
img_title