6 Rekomendasi Olahraga yang Aman untuk Penderita Stroke
VIVAJabar - Aktifitas olahraga bagi penderita Stroke dinilai perlu diperhatikan jangan sampai memberi dampak negatif yang berkepanjangan. Untuk penderita Stroke, saran dan arahan dokter atau ahli fisioterapis agar rutinitas olahraga bisa memberikan efek menyembuhkan.
Ada 6 rekomendasi olahraga bagi penderita stroke yang patut dipertimbangkan serta menyesuaikan dengan kondisi atau tingkatan stroke yang dialami.
1. Latihan Jalan Kaki (Walking)
Opsi gerakan ini dinilai dapat meningkatkan kekuatan otot kaki, keseimbangan, dan daya tahan tubuh dengan durasi mulai dari 5–10 menit per hari dan disarankan dilakukan perlahan menghindari rasa nyeri.
Agar nyaman dilakukan, penderita stroke disarankan menggunakan alat bantu jalan jika diperlukan, dan sebaiknya diawasi oleh pendamping atau terapis.
2. Latihan Rentang Gerak (Range of Motion Exercise)
Aktifitas ini dinilai memberikan manfaat untuk pencegahan kekakuan sendi dan mempertahankan fleksibilitas otot. Contoh gerakannya yaitu menggerakkan lengan, tangan, atau kaki secara perlahan ke arah yang berbeda.
Gerakan ini cocok untuk penderita dengan keterbatasan gerak, bahkan yang masih di tempat tidur.
Ilustrasi Terapi Penderita Stroke
3. Senam Ringan atau Aerobik Intensitas Rendah
Senam ini dapat meningkatkan sirkulasi darah dan menjaga fungsi jantung. Contoh: Duduk dan mengangkat kaki, mengangkat tangan ke atas, putaran bahu.
Perlu diperhatikan untuk menu olahraga ini bahwa penderita stroke disarankan menghindari gerakan cepat atau mendadak.
4. Latihan Keseimbangan (Balance Training)
Hal berikut dinilai memberikan manfaat mencegah potensi jatuh dan meningkatkan kontrol tubuh. Contoh gerakannya yaitu berdiri dengan satu kaki dengan pegangan, berjalan sambil memutar kepala.
Menu olahraga ini disarankan untuk fase pemulihan lanjutan.
5. Latihan Kekuatan (Strength Training)
Manfaatnya yaitu dapat membangun kembali otot yang melemah akibat stroke. Contoh gerakannya yaitu menggunakan resistance band, botol air sebagai beban ringan.
Gerakan ini disarankan dilakukan dengan frekuensi 2–3 kali seminggu dengan pengawasan.
Ilustrasi olahraga atau kesehatan kebugaran (Yoga)
- Screenshot berita VivaNews
Dua gerakan uga diyakini dapat meningkatkan keseimbangan, fleksibilitas, dan ketenangan mental. Bahkan dianggap punya keunggulan yaitu dengan gerakan lambat fokus pada pernapasan.
Disarankan agar pilih kelas khusus untuk pemulihan stroke atau ikuti instruksi dari terapis.