MotoGP, 5 Fakta Antara Pecco dan Marquez di Internal Garasi Tim Ducati, CEO Turun Tangan
VIVAJabar - Tim Pabrikan Ducati kini secara aktif mengelola dinamika persaingan antara Marc Marquez dan Francesco Bagnaia atau Pecco, dua pembalap pabrikan mereka di musim MotoGP 2025.
1. Dukungan Teknis dan Penyesuaian GP25
Ducati mengakui adanya perbedaan gaya balap antara Marquez dan Pecco.
Selama sesi tes di Jerez, manager tim Davide Tardozzi menyatakan mereka “mengukur hal berbeda” untuk setiap pembalap.
Bagi Marquez, fokus penyesuaian lebih pada stabilitas front‑end untuk mendukung gaya late‑braking-nya, sedangkan Bagnaia lebih menyoroti distribusi bobot dan setup suspensi untuk mendapatkan keseimbangan yang ia butuhkan.
2. Pendekatan Persamaan Perlakuan
Marquez sendiri menegaskan bahwa meski Bagnaia memiliki hak bicara pertama karena statusnya sebagai juara, Ducati memperlakukan kedua pembalap dengan adil.
“Jika Pecco tidak menang, aku akan menangkan. Jika aku tidak bisa, dia yang akan menang,” kata Marquez.
3. Strategi Jangka Panjang dan Motor GP25
Ducati mempertahankan mesin GP24 pada GP25 (disebut “GP24.9”), menyadari tantangan perkembangan sebelum 2027.
Marc Marquez
Marquez telah menunjukkan potensi unggul dengan motor ini, sedangkan Bagnaia masih melakukan adaptasi
Tardozzi menyebut bahwa Bagnaia telah menunjukkan peningkatan meski masih belum mendapatkan feeling ideal di bagian depan motor.
4. Keseimbangan Persaingan Internal
CEO Ducati Claudio Domenicali mengakui bahwa keberadaan dua bintang bertitel dunia menciptakan ‘adu sikut’ yang diharapkan bisa meningkatkan performa tim namun tetap dalam koridor profesional dan harmoni internal.
Manajemen Ducati pun menegaskan pentingnya atmosfer tim yang solid, persaingan sehat diharapkan menjadi pemicu motivasi tanpa merusak kolaborasi tim.
5. Kolaborasi Antar Pembalap
Meski persaingan ketat, Márquez dan Bagnaia juga saling tukar masukan teknis termasuk setup corner entry dan braking yang mendukung perkembangan motor di tiap sesi tes.
Ducati menjalankan strategi yang seimbang, yaitu menyesuaikan motor secara khusus sesuai gaya balap masing - masing pembalap, menetapkan perlakuan adil untuk pengembangan teknis dan dukungan tim.
Kemudian menciptakan atmosfer kompetitif yang sehat demi menekan performa secara maksimal dan membuka jalur komunikasi dan kolaborasi antar pembalap untuk masukan teknis.