FIFA Panen Kritik! Jadwal Piala Dunia Antarklub 2025 Disebut Tak Manusiawi

Logo di kantor FIFA
Sumber :
  • Screenshot berita VivaNews

VIVAJabarPiala Dunia Antarklub 2025 yang akan digelar di Amerika Serikat mulai 15 Juni hingga 13 Juli 2025 menuai sorotan tajam, bukan hanya karena format barunya yang melibatkan 32 klub, tetapi juga karena jadwal super padat yang dinilai berisiko tinggi bagi kebugaran para pemain.

img_title Adrian Wibowo Resmi Perkuat Timnas Indonesia

Turnamen yang diikuti klub - klub elite dari enam konfederasi ini berlangsung hanya selang beberapa pekan setelah kompetisi domestik dan Eropa musim 2024/2025 berakhir. 

Sejumlah pelatih dan pengamat sepak bola mengkhawatirkan tingkat kelelahan dan ancaman cedera yang mengintai para pemain, terutama mereka yang membela klub-klub dengan jadwal padat seperti Manchester City, Real Madrid, dan Flamengo.

img_title Ranking FIFA Timnas Indonesia Naik, Selangkah Lagi Salip Kazakhstan

Beban Fisik Melewati Batas Ideal

Setiap klub peserta berpotensi memainkan hingga 7 pertandingan dalam waktu kurang dari satu bulan, tergantung pada performa mereka sejak fase grup hingga partai final. 

img_title Persib Bandung Hadapi Persebaya di Pekan 5 Super League

Dengan suhu musim panas di beberapa kota tuan rumah yang bisa mencapai 35°C, tantangan fisik akan jauh lebih berat.

"Ini turnamen prestisius, tapi risiko kelelahan dan cedera sangat nyata. Kita bisa melihat banyak pemain top harus absen di awal musim depan karena ini," ujar Dr. Paulo Mendes, spesialis kebugaran timnas Brasil, kepada Globo Esporte.

Piala Dunia Antarklub 2025

Photo :
  • Pinterest

Alarm Cedera untuk Klub-klub Eropa

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, bahkan sudah secara terbuka menyatakan kekhawatirannya. 

Hal senada juga disampaikan oleh Carlo Ancelotti (Real Madrid) dan Igor Tudor (Juventus), yang sama-sama mengandalkan pemain utama yang telah melalui musim kompetitif yang melelahkan.

Rotasi dan Kedalaman Skuad Jadi Kunci

Dengan tekanan tinggi dan pertandingan setiap tiga hingga empat hari, klub-klub peserta dipaksa memaksimalkan rotasi pemain. 

Kedalaman skuad akan menjadi faktor penentu, di mana klub yang memiliki pelapis sekelas starter berpotensi bertahan lebih lama di turnamen.

Beberapa klub Asia dan Afrika bahkan menghadapi tantangan lebih berat karena jeda kompetisi mereka tidak seimbang dengan jadwal turnamen ini, meningkatkan risiko kelelahan otot dan cedera jangka panjang.

FIFA Diminta Evaluasi Kalender Global

Federasi sepak bola dunia FIFA pun tak luput dari kritik, banyak pihak meminta evaluasi terhadap kalender kompetisi global agar tidak terlalu membebani pemain. 

Halaman Selanjutnya
img_title