Bukan Tak Cinta, Ini Alasan Miliano Jonathans Tolak Naturalisasi Timnas Indonesia
- instagram@milianojonathans_
VIVAJabar – Perjalanan Miliano Jonathans menuju Timnas Indonesia dipenuhi dengan berbagai peristiwa.Pemain sayap muda FC Utrecht tersebut awalnya secara tegas menolak tawaran untuk dinaturaliasi oleh PSSI agar bisa bermain di babak 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Namun, kini keadaan berubah drastis: Miliano siap untuk menjadi tambahan baru bagi Tim Garuda.
Ketika pertama kali ditawari, Miliano menyatakan bahwa dia belum siap. Alasan utamanya adalah keinginannya untuk berkonsentrasi pada karier di klub Belanda, terutama karena dia baru saja pulih dari cedera serius saat masih bermain untuk Vitesse Arnhem.
Dia juga mengakui bahwa jarak komunikasi dengan PSSI menjadi salah satu hambatan besar dalam mengambil keputusan.
"Saya masih berkonsentrasi pada klub. Ini belum saatnya. Berkomunikasi dengan Indonesia juga tidak semudah itu," kata Miliano beberapa bulan lalu.
Saat ini, situasinya berbeda. Setelah menunjukkan performa yang konsisten di FC Utrecht dan merasa lebih siap, Miliano akhirnya membuka diri untuk mewakili tanah airnya.
PSSI langsung bertindak cepat. Pada tanggal 15 Agustus 2025, Ketua Umum Erick Thohir menyerahkan dokumen naturalisasi Miliano Jonathans kepada Menpora Dito Ariotedjo.
Langkah ini membuka peluang lebih besar bagi Miliano untuk melakukan debutnya di Timnas di babak keempat kualifikasi.
Tidak hanya memperkuat serangan Tim Garuda, Miliano juga bisa mencetak sejarah. Jika proses naturalisasi diselesaikan, ia akan menjadi pemain Indonesia kedua yang berlaga di fase grup Liga Europa 2025/2026. Ini adalah pencapaian yang dapat meningkatkan reputasi Indonesia di kancah Eropa.
Bagi para penggemar sepak bola di Tanah Air, perubahan sikap Miliano adalah berita yang menggembirakan. Dari yang semula menolak, kini dia siap mengenakan jersey Merah Putih dalam laga penting melawan Irak dan Arab Saudi bulan Oktober mendatang.
PSSI optimis kehadiran Miliano Jonathans dapat memberikan variasi pada serangan, serta menghadirkan kejutan di babak 4.
Publik pun penasaran, apakah pemain sayap berusia 20 tahun ini benar-benar dapat menjadi senjata baru untuk Timnas Indonesia.