Kisruh Naturalisasi Facundo Garces, Erick Thohir Ingatkan PSSI Jangan Tergesa-gesa
- Instagram @garudafansbook_
VIVAJabar – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa proses naturalisasi pemain sepak bola tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa.
Hal ini disampaikan setelah muncul kontroversi terkait pengakuan bek naturalisasi Malaysia, Facundo Garces, yang menyebut dirinya memiliki darah Malaysia dari garis keturunan kakek buyut.
Dalam wawancara dengan media Spanyol El Correo, Garces blak-blakan mengatakan bahwa dirinya bisa memperkuat tim nasional Malaysia karena memiliki darah keturunan dari pihak kakek buyut.
“Karena kakek buyut saya keturunan Malaysia. Saya memang tahu asal-usul keluarga, tapi tidak pernah membayangkan hal ini bisa terjadi,” ujar Garces.
Pernyataan tersebut menimbulkan sorotan tajam karena dianggap tidak sesuai dengan regulasi FIFA.
Aturan federasi sepak bola dunia itu hanya mengakui garis keturunan hingga tingkat kakek atau nenek, bukan buyut.
Artinya, status Garces dalam membela Malaysia bisa dipermasalahkan secara legal.
Menanggapi kasus tersebut, Erick Thohir menegaskan bahwa PSSI tidak ingin melakukan naturalisasi dengan cara yang menabrak aturan.
Menurutnya, proses naturalisasi harus tetap memegang prinsip kehati-hatian agar tidak merugikan tim nasional Indonesia di kemudian hari.
“Kita tidak boleh menghalalkan segala cara. Naturalisasi harus melalui prosedur yang jelas, sesuai regulasi yang berlaku,” kata Erick.
Dia menambahkan, PSSI saat ini terus berupaya memastikan seluruh proses administrasi pemain naturalisasi berjalan sesuai standar FIFA.
Sebelumnya, Facundo Garces resmi mendapatkan status warga negara Malaysia pada Juni 2025. Setelah itu, ia langsung menjalani debut bersama tim nasional Malaysia.
Namun, pengakuannya soal keturunan buyut membuat statusnya kini dipertanyakan dan bisa membuka potensi sanksi dari FIFA terhadap Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM).
Kontroversi ini semakin menguatkan sikap PSSI untuk lebih berhati-hati dalam setiap langkah naturalisasi pemain asing.
Erick menegaskan bahwa tujuan utama naturalisasi adalah memperkuat tim nasional, tetapi tetap dalam koridor aturan yang berlaku.