Tren Aneh, Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Serbu Asia Tenggara
VIVAJabar – Fenomena baru sedang terjadi di dunia sepak bola nasional.
Beberapa pemain naturalisasi Timnas Indonesia kini terlihat meninggalkan Eropa dan memilih berkarier di kawasan Asia Tenggara.
Nama-nama beken seperti Rafael Struick, Thom Haye, hingga Jordi Amat kini bermain di Liga Indonesia.
Sementara itu, dua pemain lain yakni Sandy Walsh dan Shayne Pattynama justru berlabuh ke klub besar Thailand, Buriram United.
Langkah para pemain ini menimbulkan pertanyaan besar: mengapa banyak yang rela meninggalkan Eropa? Salah satu jawabannya adalah minimnya kesempatan tampil reguler.
Rafael Struick contohnya, selama membela Brisbane Roar di A-League Australia hanya turun 10 kali dan mencetak satu gol.
Nasib serupa juga dialami Shayne Pattynama.
Saat memperkuat KAS Eupen di Liga Belgia musim 2024/25, ia hanya tampil dalam 19 pertandingan dan sebagian besar dari bangku cadangan.
Hal yang sama dialami Sandy Walsh. Setelah bergabung dengan Yokohama Marinos pada Februari 2025, ia cuma mencatat delapan penampilan resmi sebelum akhirnya memilih pindah ke Buriram United.
Klub Asia Tenggara Jadi Pilihan
Sementara itu, Jordi Amat yang kontraknya bersama Johor Darul Ta’zim (JDT) habis, akhirnya memutuskan kembali ke Indonesia dengan bergabung bersama Persija Jakarta.
Di sisi lain, Thom Haye resmi berseragam Persib Bandung dan langsung menyandang status sebagai salah satu pemain dengan nilai pasar tertinggi di liga.
Fenomena ini semakin menegaskan bahwa Asia Tenggara, khususnya Indonesia dan Thailand, kini menjadi destinasi baru bagi pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang kesulitan mendapat kesempatan di Eropa.
Dengan kepindahan mereka, kompetisi regional dipastikan semakin kompetitif.
Namun, tren ini juga memunculkan diskusi di kalangan publik, apakah langkah tersebut baik bagi perkembangan karier pemain, atau justru menandakan sulitnya bersaing di level Eropa.