Tren Aneh, Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Serbu Asia Tenggara

Naturalisasi Timnas Indonesia
Sumber :
  • Pinterest

VIVAJabar – Fenomena baru sedang terjadi di dunia sepak bola nasional. 

img_title Dua Pelatih Eropa Adu Taktik Laga Persib Bandung vs Persebaya, Siapa Unggul?

‎Beberapa pemain naturalisasi Timnas Indonesia kini terlihat meninggalkan Eropa dan memilih berkarier di kawasan Asia Tenggara.

‎Nama-nama beken seperti Rafael Struick, Thom Haye, hingga Jordi Amat kini bermain di Liga Indonesia. 

img_title Bukan Cuma Debut, Dua Bintang Baru Persib Dikabarkan Punya Peran Rahasia Lawan Persebaya

‎Sementara itu, dua pemain lain yakni Sandy Walsh dan Shayne Pattynama justru berlabuh ke klub besar Thailand, Buriram United.

‎Langkah para pemain ini menimbulkan pertanyaan besar: mengapa banyak yang rela meninggalkan Eropa? Salah satu jawabannya adalah minimnya kesempatan tampil reguler.

img_title Erick Thohir Hentikan Naturalisasi, Timnas Diaspora Lengkap

‎Rafael Struick contohnya, selama membela Brisbane Roar di A-League Australia hanya turun 10 kali dan mencetak satu gol. 

‎Nasib serupa juga dialami Shayne Pattynama. 

‎Saat memperkuat KAS Eupen di Liga Belgia musim 2024/25, ia hanya tampil dalam 19 pertandingan dan sebagian besar dari bangku cadangan.

‎Hal yang sama dialami Sandy Walsh. Setelah bergabung dengan Yokohama Marinos pada Februari 2025, ia cuma mencatat delapan penampilan resmi sebelum akhirnya memilih pindah ke Buriram United.

‎Klub Asia Tenggara Jadi Pilihan

‎Sementara itu, Jordi Amat yang kontraknya bersama Johor Darul Ta’zim (JDT) habis, akhirnya memutuskan kembali ke Indonesia dengan bergabung bersama Persija Jakarta

‎Di sisi lain, Thom Haye resmi berseragam Persib Bandung dan langsung menyandang status sebagai salah satu pemain dengan nilai pasar tertinggi di liga.

‎Fenomena ini semakin menegaskan bahwa Asia Tenggara, khususnya Indonesia dan Thailand, kini menjadi destinasi baru bagi pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang kesulitan mendapat kesempatan di Eropa.

‎Dengan kepindahan mereka, kompetisi regional dipastikan semakin kompetitif. 

‎Namun, tren ini juga memunculkan diskusi di kalangan publik, apakah langkah tersebut baik bagi perkembangan karier pemain, atau justru menandakan sulitnya bersaing di level Eropa.