Naturalisasi Tuntas, Mauro Zijlstra Jadi Senjata Baru Timnas Indonesia
VIVAJabar – Naturalisasi Mauro Zijlstra resmi tuntas dan menambah opsi baru di lini serang Timnas Indonesia.
Penyerang muda FC Volendam itu kini berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) setelah menjalani proses pengambilan sumpah pada Jumat, 29 Agustus 2025, di Kedutaan Besar RI di Den Haag, Belanda.
Proses naturalisasi ini disahkan melalui Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yang menjadikan Zijlstra bagian dari strategi PSSI memperkuat skuad Garuda.
Saat ini Mauro masih berusia 20 tahun, namun diyakini bisa menjadi investasi jangka panjang untuk sepak bola nasional.
Meski sudah sah sebagai WNI, Mauro belum dapat tampil bersama Timnas U-23 di ajang Kualifikasi Piala Asia U-23 2026, karena pendaftaran pemain sudah ditutup.
Kendati demikian, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan bahwa pemain muda tersebut tetap akan diberi kesempatan bergabung di level senior.
“Mauro akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti seleksi bersama skuad senior. Kondisi ini didorong karena posisi penyerang tengah di tim utama sedang kosong akibat cedera beberapa pemain kunci,” ujar Erick Thohir.
Kehadiran Mauro menambah daftar pemain naturalisasi yang sah memperkuat Indonesia.
Sebelumnya, tiga pemain diaspora juga resmi menjadi WNI dan akan memperkuat Timnas Putri Indonesia dalam upaya jangka panjang pengembangan sepak bola wanita.
Di lini depan Garuda Muda, Mauro akan bersaing dengan nama-nama seperti Hokky Caraka, Rafael Struick, dan Ramadhan Sananta.
Ketiganya selama ini jadi andalan, namun performa tim U-23 sempat terkendala masalah efektivitas dalam mencetak gol.
Mauro dianggap bisa menambah variasi serangan sekaligus memberikan kreativitas baru.
Lebih jauh, naturalisasi Zijlstra dipandang bukan hanya solusi sesaat, melainkan bagian dari rencana besar PSSI untuk meningkatkan kualitas tim nasional di level Asia hingga dunia.
Dengan usia yang masih muda, Mauro diproyeksikan bisa berperan penting dalam kompetisi jangka panjang, termasuk Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Kehadirannya tentu memengaruhi dinamika tim.
Persaingan di lini depan menjadi semakin ketat, sekaligus mendorong pemain lokal untuk meningkatkan performa agar tidak kehilangan tempat.
Dari sisi pelatih, opsi serangan yang lebih bervariasi akan membantu meracik strategi lebih tajam.