Tak Seperti Thom Haye, 2 Pemain Naturalisasi Malaysia Pilih JDT
- Instagram @bolalobfootball
VIVAJabar – Proses naturalisasi pemain sepak bola selalu menjadi sorotan publik.
Jika di Indonesia nama Thom Haye ramai dibicarakan usai dinaturalisasi, Malaysia kini tengah mengalami situasi serupa.
Bedanya, dua pemain baru Malaysia justru langsung memilih bergabung dengan klub lokal Johor Darul Ta’zim (JDT), bukan meneruskan karier di luar negeri.
Dua Pemain Baru Malaysia ke JDT
Malaysia baru saja menuntaskan naturalisasi Jon Irazabal dan Joao Figueiredo.
Keduanya kemudian memperkuat JDT, klub raksasa di negeri jiran itu.
Langkah cepat ini berbeda dengan kasus Thom Haye di Indonesia, yang setelah naturalisasi justru memutuskan bermain di Persib Bandung.
Meski sama-sama melewati proses panjang, keputusan para pemain ini menuai perbandingan.
Di satu sisi, Malaysia dianggap tanggap mengamankan jasa pemain naturalisasi ke klub lokal.
Sementara di Indonesia, Thom Haye sempat memicu perdebatan karena dianggap “turun level” setelah karier cemerlang di Eropa.
Jon Irazabal Mantap Pilih Malaysia
Jon Irazabal, bek asal Spanyol berusia 28 tahun, resmi menjadi warga negara Malaysia pada Juni 2025.
Tak lama kemudian, ia menjalani debut bersama tim nasional dan langsung direkrut JDT.
Irazabal mengungkapkan alasannya dengan tegas.
“Saya memilih Malaysia karena saya yakin di sinilah tugas nasional saya,” ucapnya.
Joao Figueiredo Juga Ikuti Jejak Sama
Selain Irazabal, Joao Figueiredo juga menempuh jalur naturalisasi cepat. Penyerang asal Brasil berusia 29 tahun itu sebelumnya membela Istanbul Basaksehir.
Dia dipanggil membela Malaysia pada 10 Juni 2025, lalu pada 6 Juli 2025 resmi diperkenalkan sebagai pemain JDT.
Perbandingan dengan Thom Haye
Berbeda dengan kedua pemain Malaysia tersebut, Thom Haye memulai debutnya bersama Timnas Indonesia pada Maret 2024.
Namun, ia baru bergabung dengan klub lokal, Persib Bandung, pada Agustus 2025 atau sekitar 15 bulan setelah pertama kali berseragam Garuda.
Langkah Haye ini menuai kontroversi. Sebab, ia dikenal sebagai gelandang “Grade A” yang sempat bersinar di SC Heerenveen dan Almere City di Eropa, sebelum akhirnya berkarier di Liga 1.
Malaysia Bergerak Cepat, Indonesia Masih Jadi Bahan Perdebatan