Vietnam Ungguli Timnas Indonesia, Inilah Dampak Naturalisasi Tak Terduga
- Instagram @dafaofficial2023
VIVAJabar – Naturalisasi pemain kini menjadi fenomena yang marak di sepak bola Asia Tenggara (ASEAN).
Beberapa tim, termasuk Timnas Indonesia, semakin giat memanfaatkan pemain naturalisasi atau keturunan untuk meningkatkan kualitas skuad agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
Di Vietnam, meskipun langkah naturalisasi tidak sebesar Indonesia atau Malaysia, praktik ini bukan hal baru.
Negeri ini telah menaturalisasi sejumlah pemain asing, meski hanya sebagian kecil yang akhirnya dipanggil ke tim nasional.
Striker Nguyen Xuan Son menjadi salah satu contoh langka yang meninggalkan kesan positif dalam beberapa tahun terakhir.
Sementara itu, gelandang Hendrio kini telah terdaftar oleh Hanoi FC sebagai pemain naturalisasi di Liga Vietnam musim ini.
Namun, ia belum bisa turun ke lapangan karena proses naturalisasinya masih berlangsung di klub ibu kota tersebut.
Jika semua berjalan lancar, Hendrio berpotensi melakukan debut untuk Timnas Vietnam paling cepat pada Maret 2026.
Pakar sepak bola Vietnam, Doan Minh Xuong, menilai kehadiran Hendrio bisa menjadi aset berharga bagi tim nasional.
"Hendrio terdaftar sebagai pemain naturalisasi dengan nama Do Hoang Hen," ujar Minh Xuong.
"Selama bertahun-tahun bermain di Vietnam, ia telah membuktikan kualitasnya dan menjanjikan untuk menjadi tambahan berharga bagi tim nasional," tambahnya.
Minh Xuong menegaskan, naturalisasi menjadi langkah penting jika Vietnam ingin menatap Piala Dunia dengan serius.
“Isu naturalisasi merupakan tren yang tidak bisa dihindari dalam sepak bola global, terutama di kawasan dengan level sepak bola yang masih berkembang seperti Asia Tenggara. Dengan target besar Vietnam di Piala Dunia 2030, naturalisasi menjadi hal yang krusial. Saat ini, semua klub memakai striker asing, dan jika mereka tampil bagus, posisi striker lokal bisa terancam. Jika tidak ada striker lokal yang kompeten, naturalisasi menjadi solusi untuk memperkuat tim nasional,” jelasnya.
Meski demikian, Minh Xuong menekankan pentingnya selektivitas dalam memilih pemain asing untuk dinaturalisasi, sekaligus tetap memprioritaskan pengembangan talenta lokal.
"Fondasi sepak bola yang kuat tetap bergantung pada liga berkualitas, sistem pembinaan pemain muda yang baik, dan pemain lokal yang kompeten. Naturalisasi hanyalah solusi tambahan dan tidak bisa menggantikan pembangunan fondasi tersebut," pungkasnya.