Dali Tahir Ingatkan Puan Maharani, Naturalisasi Ancam Talenta Lokal
- Instagram @liga1_2021
VIVAJabar – Kebijakan PSSI yang terus menambah daftar pemain naturalisasi untuk Timnas Indonesia menuai sorotan tajam.
Mantan anggota Komite Etik FIFA, Dali Tahir, menilai langkah itu justru berpotensi mengubur mimpi para pemain lokal.
Dia bahkan mengingatkan Ketua DPR RI, Puan Maharani, agar kembali ke konsep Berdikari yang pernah digaungkan Presiden Soekarno.
“Miris memang melihat tindakan PSSI pimpinan Erick Thohir yang terus melakukan naturalisasi pemain tanpa henti. Apalagi, anggota DPR RI mendukungnya. Inilah akibat kalau PSSI dipimpin pejabat yang sudah jelas melanggar statuta FIFA,” ujar Dali Tahir saat dihubungi, Minggu (7/9/2025).
Lima Pemain Baru Dinaturalisasi
Belum lama ini, PSSI mendapat persetujuan Komisi X dan XIII DPR RI untuk menaturalisasi lima pemain.
Dali Tahir
- Instagram @ebolasport.id
Mereka adalah dua pemain putra, Miliano Jonathans dan Mauro Nils Zijlstra, serta tiga pemain putri, Isabel Corian Kopp, Pauline Jeannette van de Pol, dan Isabelle Nottet.
Menurut Dali, jumlah tersebut membuat total pemain naturalisasi yang ada saat ini sudah melampaui satu tim penuh.
Kondisi ini, tegasnya, otomatis bisa membunuh harapan para talenta lokal yang bercita-cita membela Timnas Merah Putih.
“Naturalisasi pemain sudah melebihi jumlah sebuah kesebelasan itu secara otomatis akan membunuh impian Anak Negeri yang punya mimpi untuk memperkuat Timnas Indonesia. Inilah sama saja anggota DPR RI mendukung Erick Thohir membangun ‘Istana Pasir’ di sepakbola,” sindirnya.
Ingatkan Puan Maharani tentang Berdikari
Dali secara khusus menyampaikan pesan kepada Ketua DPR RI, Puan Maharani.
Dia berharap Puan menimbang ulang keputusan politik terkait naturalisasi, dengan mengacu pada nilai Berdikari yang selalu ditekankan Presiden Soekarno.
“Bung Karno pernah menegaskan konsep Berdikari dalam membangun bangsa. Saya minta kepada Ibu Puan untuk kembali kepada itu. Tolong dipikirkan nasib Anak-anak Negeri yang punya mimpi menjadi pemain Timnas Indonesia,” ungkapnya.
Selain soal filosofi, Dali juga menyoroti aspek hukum dan administrasi.
Dia meminta DPR memastikan semua pemain naturalisasi benar-benar mencabut paspor negara asalnya, sebab Indonesia hanya mengakui satu kewarganegaraan.