Indra Sjafri Bongkar Akar Masalah Timnas Indonesia U-23 Gagal ke Piala Asia

Indra Sdjafri
Sumber :
  • Pinterest

VIVAJabar – Indra Sjafri menyatakan pendapatnya mengenai kegagalan Timnas Indonesia U-23 yang tidak berhasil mencapai putaran akhir Piala Asia U-23 2026.

img_title Gerald Vanenburg Geram, Ferry Paulus Blak-blakan Soal Regulasi U-23

Meskipun banyak kritik ditujukan kepada pelatih Gerald Vanenburg setelah pertandingan, Indra berpendapat bahwa permasalahan yang ada jauh lebih kompleks tidak hanya terfokus pada pelatih atau pemain.

Menurutnya, sistem pengembangan pemain muda di Indonesia belum berjalan dengan baik. Ia menyoroti bahwa waktu untuk pemusatan latihan (TC) yang terbatas dan kesiapan pemain sering kali tidak cukup untuk menghadapi level internasional.

img_title Kegagalan Beruntun, Gerald Vanenburg Dianggap Tak Pantas Lagi Latih Timnas Indonesia U-23

Indra juga menunjukkan bahwa banyak pemain yang berasal dari era Shin Tae-yong dan dirinya sudah memiliki kesempatan, tetapi perkembangan kemampuan dalam menyelesaikan peluang dan mental mereka belum optimal.

Coach Indra Sjafri dan Coach Justin.

Photo :
  • kolase tvonenews.com

img_title Gerald Vanenburg Gagal Bawa Timnas Indonesia U-23 ke Piala Asia, Netizen Minta Ganti Pelatih

Ia berpendapat bahwa harapan publik terlalu tinggi tanpa adanya dukungan sistem yang kokoh.

Hal lain yang ia tekankan adalah adanya kesenjangan kompetitif antara liga domestik dan tingkat Asia.

Ia melihat bahwa liga lokal belum mampu memberikan tantangan yang setara dengan kompetisi internasional, sehingga menyulitkan pemain dalam beradaptasi dengan tekanan dan intensitas di tingkat global.

Di sisi lain, Indra menyampaikan dukungan untuk Gerald Vanenburg. Ia percaya pelatih tersebut memiliki kemampuan dan visi yang baik jika diberi waktu, sumber daya, dan kesempatan untuk membangun tim dengan lebih baik.

Ia mendorong PSSI untuk meninjau kembali program pembinaan pemain muda, memperpanjang lama TC, dan meningkatkan kontinuitas keterlibatan pemain dalam kompetisi berkualitas.

Menurutnya, perbaikan struktural semacam ini lebih penting daripada hanya merotasi pelatih setelah hasil yang buruk.

Kegagalan untuk lolos ke Piala Asia bukan hanya merupakan catatan negatif, melainkan sebuah panggilan untuk bangkit bagi sepak bola Indonesia.

Indra Sjafri berharap kegagalan ini dapat menjadi titik tolak untuk memperkuat sistem pengembangan, sehingga Generasi Garuda muda bisa bersaing dengan negara-negara Asia lainnya yang lebih siap.