Kegagalan Beruntun, Gerald Vanenburg Dianggap Tak Pantas Lagi Latih Timnas Indonesia U-23

Gerald Vanenburg
Sumber :
  • Instagram@geraldvanenburgofficiall

VIVAJabar – Pelatih kepala Timnas Indonesia U-23 dari Belanda, Gerald Vanenburg, sedang dalam situasi sulit setelah dua kali hasil buruk yang dianggap mengecewakan banyak orang.

img_title Pernyataan Thom Haye Bikin Bobotoh Tenang, Persib Bandung Dijamin Gacor di Asia

Masyarakat pecinta sepak bola tanah air bahkan membandingkan kinerjanya dengan Shin Tae-yong, yang berhasil membawa Garuda Muda berlaga di Piala Asia U-23 tahun 2024.

Sorotan utama datang dari kegagalan pertama, yaitu gagal lolos ke Piala Asia U-23 tahun 2026. Indonesia takluk dengan skor tipis 0-1 dari Korea Selatan U-23 dalam pertandingan penentu di Grup J yang berlangsung di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo.

img_title Akademi Persib U16 Juara, Pelatih Bersyukur

Hasil ini membuat tim hanya menjadi juara kedua grup, sementara Korea Selatan melaju sebagai juara grup.

Gerald Vanenburg

Photo :
  • Pinterest

img_title Bojan Hodak Ungkap Mental Pemain Menjelang ACL Two

Selain itu, Vanenburg juga belum mampu membawa Timnas U-23 tampil bagus di Piala AFF U-23 tahun 2025. Beberapa pengamat menilai performa tim di ajang regional tersebut sangat jauh dari harapan.

Rangkaian kekalahan ini membuat kritik terhadap pelatih semakin keras.

Kesit Budi Handoyo, seorang pengamat sepak bola nasional, secara terang-terangan menyatakan bahwa Vanenburg “layak dipecat. ”

Ia menegaskan bahwa hasil yang dicapai Vanenburg sangat jauh dari yang diharapkan, terutama jika dibandingkan dengan kinerja Shin Tae-yong. Menurutnya, Vanenburg “tidak lebih baik” daripada STY dalam hal prestasi dan performa.

Dari sudut pandang manajemen, kegagalan di dua turnamen besar dalam waktu yang berdekatan dianggap sebagai momen penting.

PSSI dan pihak terkait diperkirakan akan melakukan evaluasi mendalam, terutama terkait dengan taktik, mental pemain, cara melatih, dan proses seleksi.

Namun, Vanenburg sendiri berpendapat bahwa ada banyak faktor dari luar yang juga memengaruhi hasil tim, termasuk tingkat persiapan, jumlah pemain yang tersedia, dan tekanan besar sebagai beban moral setelah prestasi pelatih sebelumnya.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi bahwa kontraknya akan diakhiri.

Bagi para pendukung dan pengamat, momen kegagalan ini menjadi bahan renungan penting: apakah strategi tim sudah tepat.

Apakah pembinaan dan pengembangan pemain muda sudah maksimal? Dan yang paling penting, apakah Vanenburg masih dipercaya untuk memimpin tim ke depan.

Halaman Selanjutnya
img_title