12 Pemain Cetak Gol, Bojan Hodak Ungkap Rahasia Serangan Mematikan Persib Bandung
VIVAJabar – Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, baru saja membocorkan kunci sukses serangan Maung Bandung di Liga 1 2024/2025. Faktor utamanya adalah distribusi pemain pencetak gol yang merata di seluruh lini tim.
Bojan Hodak mengungkapkan fakta mencengangkan bahwa sudah ada 12 pemain berbeda yang berkontribusi mencetak gol untuk Persib sejauh ini.
"Ini penting. Tahun ini saya rasa ada 12 pemain kami yang mencetak gol. Ini sangat penting karena anda tidak bisa bergantung pada satu pemain," ungkap Bojan usai memimpin latihan di GBLA, Selasa, 22 April 2025.
Pernyataan tersebut mengindikasikan transformasi filosofi permainan yang diterapkan oleh pelatih asal Kroasia ini. Strategi baru ini membuat Persib lebih berbahaya dari berbagai sektor.
Musim lalu, Persib terkesan monoton dengan mengandalkan kemampuan finishing duo striker David da Silva dan Ciro Alves. Meski produktif, ketergantungan ini sering menjadi bumerang saat keduanya mengalami masa sulit.
"Tahun lalu David dan Ciro mencetak gol terbanyak, tapi kami terlalu bergantung pada mereka berdua," tambah Bojan, menegaskan kelemahannya di musim sebelumnya.
Pola permainan yang baru memungkinkan gol datang dari berbagai posisi. Tidak hanya striker, tetapi juga pemain tengah dan bahkan bek berkontribusi pada koleksi gol tim.
Bojan sengaja menciptakan sistem yang memberi kesempatan bagi setiap pemain untuk mengancam gawang lawan. Sistem ini terbukti lebih efektif dalam menghadapi berbagai formasi pertahanan lawan.
"Tahun ini, seperti yang saya katakan, ada 12 pemain yang bisa mencetak gol, dan itu sangat bagus. Jadi anda tidak pernah tahu siapa yang akan mencetak gol," jelas Bojan.
Persib Bandung
- VIVA.co.id
Strategi ini membawa dampak psikologis positif bagi tim. Para pemain merasa lebih dilibatkan dalam proses penyerangan dan memiliki tanggung jawab yang sama untuk mencetak gol.
Distribusi gol yang merata juga membuat Persib lebih tidak terprediksi. Tim lawan tidak bisa hanya fokus mengawasi satu atau dua pemain saja, karena ancaman bisa datang dari siapa saja.
Ini menciptakan dilema bagi pelatih lawan dalam menyiapkan strategi menghadapi Persib. Mereka harus memikirkan cara menghentikan serangan kolektif, bukan hanya mengawal ketat pemain tertentu.