Darah Indonesia Tak Jamin Naturalisasi, Djenna De Jong Jadi Korban Sistem Seleksi PSSI?

Djenna de Jong
Sumber :
  • Instagram

VIVAJabar – Kekecewaan Djenna De Jong mengungkap sisi lain proses naturalisasi pemain keturunan. Memiliki ibu asal Jakarta tidak membuat jalannya mulus ke Timnas Putri.

img_title Mencengangkan! Thom Haye Sebut Ini Untuk Bobotoh Saat Persib Bandung Lawan Persebaya

Proses naturalisasi pemain keturunan Indonesia ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Memiliki darah Indonesia bukan jaminan untuk bisa bergabung dengan Timnas, seperti yang dialami Djenna De Jong.

Pemain keturunan Indonesia-Maroko ini harus menelan pil pahit ketika PSSI membatalkan proses naturalisasinya. Padahal, Djenna sempat digadang-gadang akan memperkuat Timnas Putri Indonesia bersama Estella Loupatty dan Noa Leatomu.

img_title Kegagalan Beruntun, Gerald Vanenburg Dianggap Tak Pantas Lagi Latih Timnas Indonesia U-23

Kekecewaan Djenna tertuang dalam unggahan di akun Instagram pribadinya. Ia mengklaim diperlakukan "sangat tidak profesional" oleh PSSI selama menjalani proses naturalisasi.

Menurut aturan FIFA, Djenna sebenarnya memenuhi syarat untuk dinaturalisasi. Ia memiliki garis keturunan Indonesia langsung dari ibunya yang berasal dari Jakarta.

img_title Bukan Cuma Debut, Dua Bintang Baru Persib Dikabarkan Punya Peran Rahasia Lawan Persebaya

Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan penjelasan terkait batalnya naturalisasi Djenna. Menurutnya, keputusan tersebut murni karena pertimbangan teknis dari pelatih.

"Artinya banyak juga pemain naturalisasi di zaman sebelum-sebelumnya, juga ada yang kita tidak melanjutkan prosesnya," tegas Erick Thohir saat ditemui di Jakarta Pusat.

Erick menekankan bahwa Djenna tidak masuk dalam skema pelatih Timnas Putri, Satoru Mochizuki. Ini menjadi bukti bahwa PSSI menerapkan standar ketat dalam proses naturalisasi.

Di sisi lain, PSSI tetap aktif mendatangkan pemain keturunan untuk Timnas Putra. Empat pemain terbaru yakni Ole Romeny, Dean James, Joey Pelupessy, dan Emil Audero bergabung untuk memperkuat skuad Garuda di Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Kasus Djenna menunjukkan bahwa darah Indonesia saja tidak cukup untuk bisa bergabung dengan Timnas Putri. Kualitas dan kesesuaian dengan skema pelatih menjadi faktor penentu.(*)