Djoko Purwoko Ajukan Pengurangan Poin Untuk Persib Bandung Kepada PSSI
- persib.co.id
VIVA Jabar –Polemik dugaan tindakan rasisme yang telah dialami oleh dua pemain Malut United yang berasal dari Papua yaitu Yakob dan Yance Sayuri setelah melawan Persib Bandung pada pekan ke-31 BRI Liga 2024-2025.
Saat ini yang menjadi sorotan utama tertuju pada sosok Mayor Arh Dr.Djoko Purwoko yang merupakan komisaris utama FC malam United dan juga seorang perwira menengah TNI AD.
Dirinya secara terbuka telah menyampaikan sebuah prihatin yang mendalam terhadap sebuah insiden yang yang menimpa dua pemain Malut United yaitu Yakob Sayuri dan juga Yance Sayuri.
Bahkan dia juga telah menyusulkan untuk memberikan hukuman kepada Persib Bandung berupa pengurangan poin.
Yance Sayuri & Yakob Sayuri
- -
Dengan tegas Djoko Purwoko telah menambah dimensi baru dalam isu sensitif, meski meskipun dirinya seorang latar belakang militer pandangannya tentu memiliki bobot tersendiri.
Djoko Purwoko bukan hanya menyampaikan sebuah prihatin akan tetapi dia telah mengajukan sebuah desakan kepada PSSI dan komdis dalam mengambil sebuah tindakan tegas, seperti dibawah ini
1. Memberikan sanksi dan pengurangan poin kepada Persib Bandung sebagai bentuk tanggung jawab atas perilaku pendukungnya.
2. Mendorong proses hukum terhadap pelaku anjuran rasis yang sesuai dengan undang-undang ITE dan KUHP tentang diskriminasi rasial.
3. Terakhir menguatkan sistem edukasi dan kampanye Nasional Anti rasisme dalam dunia sepak bola Indonesia.
Djoko Purwoko telah mengungkapkan betapa beratnya menjaga sebuah kondusifitas di Papua dan bagaimana ujaran kebencian kepada masyarakat bahwa baik secara langsung ataupun media sosial akan menimbulkan sebuah luka yang sangat mendalam.
"Sebagai aparat teritorial yang berdinas di Kodam XVII/Cenderawasih, saya tahu betapa beratnya menjaga kondusifitas di Papua. Ujaran kebencian kepada anak-anak Papua, baik secara langsung maupun di media sosial, menimbulkan luka mendalam," ujar Djoko Purwoko.
Bahkan dirinya juga telah mengatakan menghina orang Papua sama saja menghina nilai-nilai luhur Pancasila ideologi bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi sebuah persatuan dan keberagaman.
Hal ini telah menunjukkan betapa seriusnya Djoko Purwoko memandang isu rasisme dan dampaknya terhadap persatuan bangsa.