Bojan Hodak Sesalkan Aksi Bobotoh Kacaukan GBLA, Perayaan Juara Persib Kacau

Bojan Hodak
Sumber :

VIVA Jabar –Penyerahan trofi juara Persib Bandung usai laga melawan Persis Solo pada hari Sabtu 24 Mei 2025 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api Tidak seperti biasanya. 

img_title Jadwal Padat Bukan Masalah, Persib Bandung Janjikan Skuad Prima Lawan Lion City Sailors

Hasil dari pertandingan Persib Bandung melawan Persis Solo telah berhasil dengan akhir 3-2 dan Laga diberhentikan karena flare yang dijalankan oleh Bobotoh di berbagai penjuru stadion.

Steward yang bertugas tidak mampu mengamankan Bobotoh dan dalam penyerahan piala dilakukan di atas rimbun tanpa euforia turun di lapangan dan juga tanpa momen foto bersama tim. 

img_title Patricio Matricardi Ungkap Fakta Mengejutkan, Persib Bandung Kini Lebih Solid dari Sebelumnya

Bojan Hodak selaku pelatih Persib Bandung angkat bicara dalam perayaan gelar juara yang seharusnya tidak seperti yang ia lihat seperti saat itu. 

“Saya katakan pada Anda, tadi pertandingan terhenti dua kali karena ada 10 flare,” kata Hodak.  

img_title Federico Barba Optimis, Persib Bandung Akan Tumbangkan Raksasa Singapura

“Ketika ada orang yang memulai menyalakan flare, dia itu orang egois. Dia datang untuk dirinya sendiri dan dia tidak memikirkan orang lain, tidak memikirkan klub dan pemain,” papar Hodak. 

Bahkan dia juga mengatakan sangat menyayangkan ulah oknum Bobotoh yang tidak bertanggung jawab ritme permainan berubah

“Pertandingan terhenti dua kali. Ritme kami terhenti, ketika kami sedang bermain bagus, ketika bisa menciptakan peluang, lalu mereka menghentikan pertandingan. Ini tidak lucu,” sesal Hodak. 

Bahkan dia juga telah mengatakan jika Stadion pertandingan sepak bola seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk anak keluarga belum memiliki siapapun. 

“Mengenai hal lain, federasi sepakbola di manapun di dunia, mereka tentu berusaha untuk bisa membuat anak atau keluarga datang ke stadion tanpa terjadi apa-apa,” paparnya. 

Yang menurutnya para fans juga harus mendapatkan penyuluhan termasuk oknum Bobotoh yang egois yang tidak memikirkan Bobotoh lain yang sudah berlaku tertib. 

“Jadi fan harus diedukasi, mereka harus berpikir, seperti saat saya menjadi pelatih tim nasional Malaysia U-19, ketika di Sidoarjo, kami menunggu selama satu jam karena ada pelemparan botol. Jadi harus diedukasi tapi tidak boleh kehilangan fan karena stadion akan kosong,” tuturnya.*