Umuh Muchtar Berikan Isyarat Pensiun dari Persib Bandung
VIVA Jabar –Umuh Muchtar yang merupakan sosok senior di Persib Bandung telah memberikan sinyal yang kuat bahwa dirinya akan mengakhiri kisahnya bersama Persib Bandung.
Dalam hal ini telah ia ungkapkan bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-77 Pada hari Senin 2 Juni 2025.
Saat ini Umuh Muchtar telah menjabat sebagai komisaris PT Persib Bandung Bermartabat dan ia juga mengakui bahwa usianya saat ini sudah tidak mudah lagi meskipun masih menyimpan semangat besar untuk mendukung Persib Bandung.
“Kenapa untuk Persib, karena saya akan berusaha membahagiakan Persib. Mungkin tahun ini, besok, atau lusa, saya juga udah tua, sudah umur, jadi mungkin harus ada generasi penerus,” ucap Umuh.
Umuh Muchtar
Dia juga telah menambahkan perannya ke depan mungkin hanya sebatas pengawas bukan lagi semoga sosok yang aktif dalam mendampingi Persib Bandung.
“Mungkin saya hanya mengawasi saja, mungkin seperti itu,” tambahnya.
Lebih lanjut dia telah mengajak seluruh masyarakat di Jawa Barat khususnya Bobotoh dalam memahami situasi apabila dirinya tidak lagi terlihat di sisi lapangan dan ia juga menekankan bahwa dia memiliki kebutuhan untuk istirahat demi menjaga kesehatannya.
“Target saya sudah tercapai, tapi tetap berharap Persib juara lagi. Tapi apapun, selama saya mampu, selama saya bisa, cuma mungkin besok atau lusa jangan kaget kepada seluruh masyarakat Jawa Barat dan Bobotoh kalau saya tidak bisa memikul, saya membawa dan memikul Persib juara. Tahun ini mungkin saya akan ada sedikit perubahan lah, akan lebih banyak istirahat,” jelasnya.
Terkait dengan siapa yang akan menggantikan posisinya Umuh Muchtar telah mengaku bahwa dirinya belum melihat sosok yang tepat ia berharap penerusnya menjadi individu yang benar-benar mencintai Persib Bandung.
“Saya minta yang pengganti tidak berpartai dan jangan berpolitik karena saya juga tidak berpartai dan tidak berpolitik,” tegas Umuh. Ia meyakini bahwa kepentingan politik dapat mempengaruhi integritas dalam membina klub sebesar Persib.
“Jadi kalau ada orang yang berpartai dan berpolitik, mereka hatinya senang riang, tapi saya yakin tetap hatinya akan berbeda,” pungkasnya.