Badai Eksodus Terjang Persib Pasca Juara: Strategi Baru atau Kegagalan Negosiasi?
- Ist
VIVA Jabar – Belum genap sebulan merayakan gelar juara Liga 1 2024/2025, Persib Bandung diterpa kabar tak terduga. Bukan euforia kedatangan bintang baru, melainkan gelombang eksodus besar-besaran pemain.
Sebanyak 13 penggawa Maung Bandung hengkang, termasuk delapan legiun asing yang menjadi tulang punggung keberhasilan mereka meraih bintang keempat.
Nama-nama beken seperti David da Silva, Ciro Alves, Nick Kuipers, hingga Tyronne del Pino pemain terbaik Liga 1 memilih angkat kaki. Tak hanya itu, pemain lokal dengan performa cemerlang seperti Edo Febriansyah juga turut meninggalkan klub.
Daftar pemain yang resmi berpisah dengan Persib semakin panjang dengan kepergian Kevin Ray Mendoza, Victor Igbonefo, Gervane Kastaneer, Rachmat Irianto, Ahmad Agung, Mateo Kocijan, Gustavo Franca, dan Ryan Kurnia.
Situasi ini sontak memicu pertanyaan: Apakah ini bagian dari strategi peremajaan tim yang terencana, atau justru sinyal kegagalan manajemen dalam mempertahankan skuad juara?
Perbedaan Pandangan: Negosiasi Alot atau Momen Perombakan?
Pengamat Persib Bandung, Indra Jaya, melihat eksodus 13 pemain ini sebagai indikasi tidak tercapainya kesepakatan kontrak baru antara manajemen dan para pemain.
"Yang pasti dari kedua pihak sudah tidak ada kesepakatan. Entah apa yang terjadi karena itu hal internal manajemen dan pemain," ujarnya pada Senin (16/6/2025).
Indra menyayangkan kepergian beberapa pilar seperti Nick Kuipers, Kevin Ray Mendoza, Tyronne del Pino, dan Ciro Alves. Menurutnya, mereka seharusnya bisa dipertahankan untuk membimbing pemain baru yang akan direkrut.
"Mereka yang memiliki menit bermain paling banyak seperti Nick, Kevin, Tyrone termasuk Ciro sebetulnya sangat disayangkan kepergiannya. Sebetulnya mempertahankan mereka sebagai pemain senior yang mendampingi para pemain muda yang katanya akan regenerasi tim, juga layak dipertahankan," jelasnya, meski pada akhirnya menyerahkan keputusan kepada pelatih.
Meski demikian, Indra juga melihat keputusan Persib melepas banyak pemain sebagai momentum tepat untuk melakukan perombakan tim. Ia yakin manajemen akan merekrut pemain dengan kemampuan setara.
"Ini momen tepat untuk melakukan perombakan setelah back to back. Karena pressure terhadap tim musim depan untuk mendapatkan prestasi tidak akan begitu besar," ucapnya optimis.