Pelatih Persib Bongkar Alasan Tolak Tiga Pemain Naturalisasi, Ternyata Masalah Ini!

Bojan Hodak
Sumber :
  • id.pinterest.id

VIVAJabar – Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, akhirnya buka suara soal rencana mendatangkan pemain naturalisasi. Keputusannya untuk menolak beberapa nama ternyata bukan tanpa alasan.

img_title Jadwal Padat Bukan Masalah, Persib Bandung Janjikan Skuad Prima Lawan Lion City Sailors

Hodak mengaku tertarik dengan kualitas pemain naturalisasi Timnas Indonesia. Namun, ada kendala besar yang membuatnya urung mendatangkan mereka ke Bandung.

Pelatih asal Kroasia ini blak-blakan mengungkapkan alasannya dalam wawancara terbaru. Faktor finansial menjadi hambatan utama yang sulit diatasi oleh manajemen Persib.

img_title Timnas Indonesia Terancam Tak Siap Hadapi Kualifikasi Piala Dunia 2026

"Banyak dari mereka yang terlalu mahal," ungkap Hodak dengan jujur. Pernyataan ini menunjukkan realitas pahit yang dihadapi klub besar Indonesia.

Keterbatasan Budget Jadi Masalah Utama

img_title Patricio Matricardi Ungkap Fakta Mengejutkan, Persib Bandung Kini Lebih Solid dari Sebelumnya

Sejak musim lalu, Hodak memang sudah menyuarakan keterbatasan budget Persib. Tidak hanya sulit mendatangkan wajah baru, mempertahankan pemain lama pun jadi tantangan.

Apalagi musim ini, Persib harus mengeluarkan biaya besar untuk pengelolaan stadion. Operational tim dan berbagai kebutuhan lain juga memakan anggaran tidak sedikit.

Harga Pemain Naturalisasi vs Lokal

Menariknya, beberapa pemain diaspora justru memiliki harga yang lebih terjangkau. Shayne Pattynama misalnya, hanya dihargai sekitar Rp 4,6 miliar.

Joey Pelupessy

Photo :
  • -

Joey Pelupessy juga punya nilai pasar yang lebih rendah dibanding gelandang lokal. Bahkan Rafael Struik cuma bernilai Rp 2,8 miliar, jauh lebih murah dari striker lokal.

Solusi Alternatif yang Menarik

Hodak melihat peluang di tengah keterbatasan finansial klub. Pemain diaspora dengan kualitas bagus tapi harga terjangkau bisa jadi solusi menarik.

Strategi ini memungkinkan Persib mendapat pemain berkualitas tanpa menguras kantong. Tentunya dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan tim secara keseluruhan.

Keputusan Hodak menunjukkan sikap realistis dalam mengelola tim. Meski ingin yang terbaik, dia tetap harus bijak dalam mengatur anggaran klub.*