Persib Bandung, Bojan Hodak Ungkap Alasan Gagal Rekrut Pemain Keturunan
- persib.co.id
VIVA Jabar – Teka-teki di balik kegagalan Persib Bandung merekrut sejumlah pemain keturunan yang sempat menjadi incaran kini terjawab sudah. Pelatih kepala Bojan Hodak secara blak-blakan mengungkapkan bahwa masalah gaji yang selangit menjadi batu sandungan utama dalam proses transfer tersebut.
Dalam sebuah konferensi pers virtual yang digelar baru-baru ini, Hodak mengakui bahwa Persib memang tertarik pada beberapa pemain keturunan yang bermain di liga-liga Eropa. Namun, diskusi selalu berakhir buntu ketika berbicara nominal.
"Kami memang mencoba mendekati beberapa pemain keturunan, terutama yang bermain di Eropa," ujar Hodak.
"Kualitas mereka tidak diragukan, dan tentu akan sangat membantu tim. Tapi, masalahnya adalah gaji yang mereka minta itu sangat-sangat tinggi, di luar batas kemampuan kami."
Hodak menjelaskan bahwa standar gaji pemain di Eropa, bahkan untuk liga kasta kedua atau ketiga, seringkali jauh melampaui kemampuan finansial klub-klub di Liga 1 Indonesia, termasuk Persib yang dikenal memiliki kekuatan finansial cukup baik.
"Mereka terbiasa dengan standar gaji di sana (Eropa) yang jauh lebih besar. Ketika kami mengajukan penawaran, angka yang mereka minta bisa berkali-kali lipat dari apa yang bisa kami berikan," tambah pelatih asal Kroasia itu.
"Sebagai klub, kami harus realistis dan menjaga kesehatan finansial."
Kegagalan merekrut pemain keturunan ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Bojan Hodak dalam membangun skuad yang kompetitif untuk musim depan, apalagi dengan status Persib sebagai juara bertahan Liga 1.
Namun, Hodak menegaskan bahwa ia tidak akan memaksakan diri dan akan fokus pada pemain yang memang realistis untuk didatangkan.
"Kami tidak akan memaksakan diri. Prioritas kami adalah mendapatkan pemain yang sesuai dengan kebutuhan tim dan tentu saja, sesuai dengan anggaran klub," tegas Hodak.
"Kami punya banyak talenta lokal dan juga pemain asing berkualitas yang bisa kami datangkan."
Pernyataan Bojan Hodak ini memberi gambaran jelas mengapa seringkali klub-klub Liga 1 kesulitan mendatangkan pemain keturunan yang berkarier di Eropa, meskipun sang pemain memiliki ikatan emosional dengan Indonesia. Realitas finansial menjadi faktor penentu utama di balik layar bursa transfer.