Bojan Hodak Diyakini Kembali Bawa Persib Bandung Juara, Bobotoh Tenang Pemain Asing Pergi
VIVA Jabar – Keputusan Persib Bandung untuk melepas seluruh pemain asing yang membela mereka musim lalu mungkin mengejutkan banyak pihak.
Namun, tidak demikian halnya bagi para pendukung setia, Viking Persib Club. Mereka sama sekali tidak risau, lantaran keyakinan penuh tertuju pada sosok Bojan Hodak, pelatih asal Kroasia yang terbukti telah mengukir sejarah manis bagi Maung Bandung.
Ketua Umum Viking Persib Club, Tobias Ginanjar, menegaskan bahwa kekuatan Persib akan tetap terjaga selama Bojan Hodak masih menukangi tim.
Ia percaya, Hodak yang sudah dua kali berturut-turut membawa Persib menjuarai Liga 1 memiliki perhitungan matang dalam setiap keputusannya, termasuk soal perombakan skuad.
"Ini kan bagian dari keputusan manajemen dan pelatih, tapi kami percaya bahwa pelatihnya sudah punya perhitungan yang matang. Bojan Hodak sudah dua kali membawa Persib juara, dan mungkin sekarang ada penyegaran dengan pemain-pemain baru, kami percaya sama pelatih," tegas Tobias.
"Kami suporter tetap percaya yang penting pelatihnya Bojan Hodak."
Tobias menambahkan, jika saja Persib belum meraih dua gelar juara sebelumnya, mungkin kekhawatiran akan muncul.
Namun, dengan rekam jejak Hodak yang sukses meramu tim, bahkan saat ia masuk di pertengahan musim dengan pemain yang bukan pilihannya, keyakinan Bobotoh semakin kuat.
Meski Persib belum mengumumkan satu pun pemain asing baru, Tobias berharap para pemain anyar yang direkrut nantinya mampu membantu Persib mempertahankan gelar juara Liga 1 di musim depan.
"Kami enggak boleh hanya bergantung pada para pemain saja, karena klub ini harus terus berjalan. Jadi, kami percaya dengan sistem yang dijalankan oleh manajemen berjalan tepat," jelasnya.
"Kami masih percaya bersama pelatih yang membawa kami juara. Bojan Hodak terbukti, karena dia pertama kali masuk itu sudah di pertandingan keenam atau ketujuh, lalu juara, dan pemain-pemainnya bukan pilihan Bojan. Bojan berhasil meramu pemain, bisa beradaptasi, bahkan sampai juara," tandas Tobias.
"Di tahun kedua, dia kembali bisa membawa juara dengan pemain-pemain baru, dia bisa membuat pemain-pemain beradaptasi dengan kultur yang ada di Indonesia."