Hadiah Juara Persib Bandung Umuh Muchtar Beri Klarifikasi, Minta Tak Diselewengkan
VIVA Jabar –Umuh Muchtar yang merupakan salah satu manajer Persib Bandung telah melakukan sebuah klarifikasi terkait simpang siur hadiah Persib Bandung dari sekda Jawa Barat Herman Suryatman.
Manager Persib Bandung tersebut telah mengatakan bahwa nominal Hadian diberikan sebesar 356 juta jauh dari apa yang dijanjikan yaitu sebesar 1 miliar.
Umuh Muchtar telah memberikan sebuah alasan kapan hadiah tersebut diberikan dan ia kerap mengaku belum pernah melihat mana uang hadiah tersebut.
“Saya kepada staf saya menegaskan, ‘kembalikan itu uang!’ Itu uang ASN. Walaupun jadi 1 miliar, saya tetap akan tolak. Saya tidak akan terima. Nanti kalau ada apa-apa siapa yang bertanggung jawab?” kata dia.
Umu Muchtar mengatakan dan juga meminta hadiah tersebut diberikan secara transparan dengan menyertakan nama ASN yang turut menyumbangkan uang tersebut dan ia kemudian mengultimatum Herman agar tidak main-main terhadap Persib Bandung.
“Hati-hati ya. Janji membludak ke mana-mana. Ini jangan jadi fitnah buat saya, jangan jadi fitnah buat Persib ya. Dikatakan menerima 1 miliar, ternyata tidak seperti itu, cuma 300-an,” ucap Umuh dalam kanal YouTube pribadinya.
Dia juga telah menambahkan pada saat ini melakukan koordinasi dengan para petinggi Persib Bandung untuk mengembalikan uang tersebut yang menurut keterangan dia petinggi Persib Bandung setuju dengan usulan tersebut.
Pasalnya pada sebelumnya Dedi Mulyadi yang merupakan Gubernur Jawa Barat meminta kepada sekda Jabar mengkoordinasikan iuran para pejabat Jawa Barat dan dana tersebut akan dialokasikan sebagai bonus tambahan bagi Persib Bandung.
Selain itu juga Dedi Mulyadi juga telah memberikan bonus kepada Persib Bandung yang merupakan uang pribadinya sebesar 1 miliar yang telah diserahkan kepada pemain Persib Bandung yaitu Adam alis.
Sekda Jabar saat ini meminta untuk mengkoordinasi agar nilai iuran bonus para pejabat Pemprov mencapai 1 miliar meski dengan begitu Jadi telah menjelaskan bahwa bonus ini tidak akan dan tidak boleh bersumber dari anggaran pendapatan dan Dana Belanja Daerah (APBD).
"Saya menyampaikan bonus. Bukan APBD yah, gak boleh pakai dana pemerintah. Bonus dari saya Rp1 miliar. Dan saya tugaskan Pak Sekda untuk mengkoordinasi para pejabat Pemprov Jabar agar memberi bonus Rp1 miliar, tapi tidak boleh pakai duit APBD. Jadi bonusnya Rp2 miliar," ujarnya.