Persib Bandung Tolak Bonus 356 Juta dari ASN, Alasannya Bikin Kaget!

Umuh Muchtar
Sumber :
  • Pinterest

VIVAJabar – Persib Bandung kembali jadi sorotan publik setelah menolak bonus fantastis. Tim Maung Bandung ini memang selalu punya cerita menarik di balik kesuksesannya.

img_title Jadwal Padat Bukan Masalah, Persib Bandung Janjikan Skuad Prima Lawan Lion City Sailors

Siapa sangka, ternyata ada drama bonus yang cukup mengejutkan para penggemar sepak bola.

Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, secara tegas menolak bonus senilai Rp356.525.000 dari Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat.

img_title Patricio Matricardi Ungkap Fakta Mengejutkan, Persib Bandung Kini Lebih Solid dari Sebelumnya

Bonus ini merupakan hasil patungan dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Provinsi Jabar. Keputusan ini tentu mengundang berbagai spekulasi dari para bobotoh dan pengamat sepak bola tanah air.

Alasan penolakan ini ternyata cukup masuk akal dan bijaksana. Umuh Muchtar mengatakan penolakan tersebut dilakukan agar tidak menjadi beban bagi Persib Bandung ke depannya.

img_title Federico Barba Optimis, Persib Bandung Akan Tumbangkan Raksasa Singapura

Dia juga menekankan bahwa jika ingin memberikan bonus, rinciannya harus jelas dari siapa saja uang tersebut terkumpul.

Menurut Umuh, transparansi dalam pemberian bonus sangat penting untuk menjaga kredibilitas klub. Persib Bandung tidak ingin terjerat dalam masalah administratif yang bisa merugikan tim di kemudian hari.

Sikap profesional ini menunjukkan bahwa manajemen Persib Bandung sangat hati-hati dalam menerima bantuan dari pihak luar.

Herman Suryatman selaku Sekretaris Daerah Pemprov Jabar mengakui bahwa bonus yang terkumpul memang jauh dari target. Dia menjelaskan bonus tersebut berasal dari kantong pribadi masing-masing ASN.

Pihaknya sempat ingin menunggu hingga uang terkumpul Rp1 miliar, namun tidak ingin membuat pemain menunggu terlalu lama.

Keputusan Persib Bandung ini membuktikan bahwa klub besar harus punya prinsip yang jelas. Meski bonus tersebut cukup besar, Persib tetap mengutamakan transparansi dan profesionalitas. Hal ini tentu menjadi contoh baik bagi klub-klub sepak bola lainnya di Indonesia.*