Tak Sesuai Janji Manejemen Tolak Bonus Sumbangan dari Pemprov Jabar
VIVA Jabar –Manajemen Persib Bandung secara tegas dia mengatakan bahwa menolak Gubernur juara liga 1 dari sumbangan Aparatur Sipil Negara (ASN) pemerintah provinsi Jawa Barat.
Dalam sebuah penerapan tersebut tidak langsung disampaikan oleh komisi PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Umuh Muchtar yang mengaku bahwa dirinya khawatir dengan sumbangan itu akan menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Sudah diinstruksikan kepada staf di Persib, saya tolak. Saya takutnya jadi beban dan jadi prasangka dari semua Bobotoh bahwa Persib sudah menerima uang Rp1 miliar,” ujar Umuh.
Persib Bandung
- -
Seperti yang telah kita ketahui bahwa sebelumnya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memang berjanji akan memberikan bonus 1 miliar dari dana pribadi dan meminta Sakda Jabar Herman Suryatman untuk mengkoordinasikan sumbangan serupa dari pejabat Pemprov Jabar.
“Saya tugaskan Pak Sekda untuk mengoordinasi para pejabat Pemprov Jabar agar memberi bonus Rp1 miliar, tapi tidak boleh pakai duit APBD,” kata Dedi pada 25 Mei 2025 lalu.
Akan tetapi sangat disayangkan dari hasil pengumpulan dana tersebut hanya terkumpul 365 juta dan kondisi ini membuat manajemen Persib Bandung menolak dan mengembalikan dana tersebut.
“Ditolak. Karena apa? Riskan, kecuali ada rinciannya. Hati-hati ya, uang Rp1 miliar itu nggak susah karena dia menyusahkan sendiri,” tegas Umuh kepada Sekda Jabar.
Dengan tegas manajemen Persib Bandung menolak dana tak transparan dan dalam persiapan matang jelang musim baru Persib Bandung saat ini telah menunjukkan komitmennya tidak hanya sebagai juara tim akan tetapi juga sebagai institusi sepak bola profesional yang menjunjung tinggi integritas.