Diogo Jota Tutup Usia, Persib Bandung Sampaikan Duka Cita
- Vivagoal
VIVA Jabar – Dunia sepak bola berduka. Penyerang andalan Liverpool, Diogo Jota, dilaporkan meninggal dunia setelah terlibat dalam kecelakaan tragis di Spanyol pada Rabu (3/7) pukul 00.30 WIB waktu setempat.
Diogo Jota bersama adiknya, Andre, menjadi korban kecelakaan maut di kilometer 65 A-52, dekat wilayah Zamora, Sanabria, Spanyol. Mobil Lamborghini yang mereka tumpangi dilaporkan pecah ban saat menyalip kendaraan lain, lalu oleng, keluar jalur, dan terbakar hebat.
Meski dinas pemadam kebakaran dan unit medis darurat segera tiba di lokasi, nyawa Jota dan Andre tak dapat diselamatkan.
Kepergian mendadak Diogo Jota, pemain bernomor punggung 20, sontak menyulut duka mendalam bagi seluruh insan sepak bola. Sejumlah klub top Eropa, termasuk Valencia, Brentford, dan tim Liga Inggris lainnya, langsung menyampaikan pesan belasungkawa mereka.
Tak ketinggalan, Persib Bandung dari Indonesia turut menyampaikan rasa dukanya. Melalui kolom komentar di unggahan Instagram resmi Liverpool, Maung Bandung menulis "Sending strength and sympathy from Bandung. Rest in peace," menunjukkan solidaritas global atas kehilangan ini.
Kematian Jota juga menjadi pukulan telak bagi sepak bola Portugal. Mantan penyerang Porto ini merupakan salah satu pilar penting dan andalan lini depan Timnas Portugal di masa depan.
Federasi Sepak Bola Portugal (FPF), melalui Presidennya, Pedro Froenca, menyatakan kehilangan mendalam atas pesepakbola yang telah mengoleksi 49 caps dan 14 gol untuk Selecao das Quinas tersebut.
"Tidak cuma seorang pemain luar biasa, dengan hampir 50 caps untuk timnas, Diogo Jota adalah orang yang luar biasa, dihormati oleh semua rekan setim dan lawan. Pria yang selalu membawa kebahagiaan untuk orang-orang di sekitar dan menjadi panutan di komunitasnya," ujar Pedro Froenca.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir, FPF telah meminta UEFA untuk mengheningkan cipta selama satu menit sebelum pertandingan Piala Eropa Wanita antara Portugal melawan Spanyol.
"Kami telah kehilangan dua juara. Kepergian Diogo dan Andre Silva merupakan kehilangan yang tidak dapat tergantikan untuk sepakbola Portugal, dan kami akan melakukan segalanya untuk mengenang mereka setiap hari," tutupnya. *