Menakutkan, Persib Bandung Akan Alami Kesulitan di Liga 1 Musim Depan Jika Hal Ini Terjadi
- Ist
VIVA Jabar – Euforia juara Liga 1 2024/2025 yang baru saja diraih Persib Bandung bisa jadi terancam sirna di musim depan. Meski telah melakukan perombakan skuad besar-besaran dan mendatangkan sejumlah pemain baru, Maung Bandung diprediksi akan menghadapi kesulitan serius di Liga 1 2025/2026 jika satu masalah krusial tak segera teratasi.
Kesulitan ini bukan datang dari kualitas pemain atau strategi pelatih Bojan Hodak, melainkan dari jadwal kompetisi yang sangat padat akibat keikutsertaan di AFC Champions League Two (ACL II) tanpa kedalaman skuad yang memadai.
Seperti diketahui, Persib akan berlaga di Liga 1 sekaligus tampil di babak kualifikasi ACL II. Ini berarti jadwal pertandingan mereka akan jauh lebih padat dibandingkan tim lain yang hanya fokus di kompetisi domestik.
Beban ganda ini menuntut kedalaman skuad yang luar biasa, tidak hanya dari segi kuantitas tetapi juga kualitas merata di setiap posisi.
"Kami akan menggabungkan tim dan memanfaatkan ini sebagai persiapan untuk liga dan untuk laga kualifikasi ACL II," ujar Bojan Hodak beberapa waktu lalu.
Saat ini, Persib memang sudah mendatangkan banyak pemain baru, termasuk delapan pemain asing
Namun, apakah semua pemain baru ini, terutama para wonderkid, bisa langsung beradaptasi dan memberikan kontribusi maksimal dalam waktu singkat?
Jika proses adaptasi berjalan lambat atau ada pemain kunci yang mengalami cedera karena jadwal padat, kedalaman skuad bisa menjadi masalah serius.
Pengalaman klub-klub lain yang berlaga di kompetisi Asia menunjukkan bahwa mereka seringkali kesulitan menjaga konsistensi di liga domestik. Tenaga pemain terkuras, risiko cedera meningkat, dan rotasi yang terlalu sering bisa mengganggu chemistry tim.
Jika Persib gagal mengelola kelelahan pemain, rotasi yang efektif, atau jika ada kendala non-teknis lainnya yang muncul akibat padatnya jadwal (seperti masalah logistik atau adaptasi pemain asing), maka performa mereka di Liga 1 bisa terancam.
Apalagi, tim-tim Liga 1 lainnya tentu akan mempersiapkan diri lebih baik untuk menantang status juara bertahan Persib.
Maka, tantangan sesungguhnya bagi Bojan Hodak dan manajemen Persib bukan hanya bagaimana membangun tim yang kuat, tetapi bagaimana mempertahankan performa optimal di dua ajang besar secara bersamaan.