Persib Bandung Wajib Berjuang Mati-matian Demi Bertahan di Piala Presiden 2025
- Tangkap Layar Akun Instagram @persib
VIVA Jabar – Asa Persib Bandung untuk melangkah jauh di Piala Presiden 2025 kini berada di ujung tanduk.
Setelah kekalahan pahit di laga pembuka dan dihantam badai cedera pemain, Maung Bandung dihadapkan pada situasi "hidup atau mati" demi bisa bertahan di turnamen pramusim ini. Dua pertandingan sisa di fase grup menjadi penentu mutlak nasib mereka.
Kekalahan 0-2 dari Port FC pada Minggu (6/7) lalu adalah pukulan telak. Tidak hanya itu, dua pilar penting, bek senior Achmad Jufriyanto dan rekrutan baru Saddil Ramdani, harus menepi karena cedera di laga tersebut.
Situasi ini tentu membuat pelatih Bojan Hodak harus memutar otak lebih keras dalam meramu strategi dan susunan pemain.
Ujian pertama bagi Persib untuk bangkit adalah menghadapi Dewa United pada Kamis, 10 Juli 2025. Dewa United datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah meraih kemenangan di laga perdananya.
Mereka dikenal memiliki organisasi permainan yang solid dan beberapa pemain yang bisa menjadi ancaman serius bagi pertahanan Persib.
Setelah itu, Persib masih memiliki satu laga krusial lainnya di grup yang belum diketahui lawannya.
Kedua pertandingan ini wajib dimenangkan jika Persib ingin menjaga peluang lolos ke babak selanjutnya. Hasil imbang, apalagi kekalahan, akan langsung mengakhiri perjalanan mereka di Piala Presiden 2025.
"Ini bukan situasi yang mudah, tapi kami harus menghadapinya," ujar Bojan Hodak.
"Kami tahu betapa pentingnya dua pertandingan ini. Setiap pemain harus mengerahkan segalanya, berjuang mati-matian di lapangan, dan tidak boleh ada lagi kesalahan," sambungnya.
Tekanan besar juga datang dari Bobotoh, yang tentu berharap tim kesayangan mereka bisa bangkit dan menunjukkan mental juara.
Persib harus membuktikan bahwa status mereka sebagai juara bertahan Liga 1 bukanlah kebetulan.
Konsentrasi penuh, semangat juang yang membara, dan eksekusi taktik yang sempurna akan menjadi kunci bagi Pangeran Biru untuk bisa melewati fase sulit ini dan melaju di Piala Presiden 2025. *