Persib Bandung Tegaskan Label Timnas Tak Jadi Hak Istimewa
VIVAJabar – Dia meminta dua nama yang sedang bersaing di posisi eksekutor lemparan ke dalam—Alfeandra Dewangga dan Robi Darwis—untuk membuktikan kualitas dan semangat juang mereka dalam sesi latihan.
Dewangga, yang baru tiba dari PSIS Semarang, langsung diterima sebagai kompetitor utama.
Kehadirannya menambah dinamika persaingan, khususnya di area pertahanan dan lemparan ke dalam, di mana kini ia bertarung langsung dengan Robi yang lebih dahulu dikenal di Maung Bandung.
Menurut Hodak, tidak ada pemain yang mendapat tempat utama secara otomatis, meskipun mereka berasal dari tim nasional.
Pelatih Persib itu mengharapkan kedua pemain menunjukkan performa terbaiknya untuk membuka peluang tampil di 11 pemain inti.
Baik Robi Darwis (Timnas U-23) maupun Alfeandra Dewangga (Timnas senior) memiliki rekam jejak internasional, tapi Hodak menekankan, keunggulan teknis dan konsistensi dalam latihan menjadi penentu utama.
Hodak menggarisbawahi prinsip meritokrasi dalam skuad Persib: siapa yang tampil konsisten, tak gentar berkompetisi, dan cepat beradaptasi dengan taktikal tim, itulah yang akan mendapatkan kesempatan bermain—tanpa pandang bulu status timnas atau senioritas.
Musim Super League 2025–2026 segera dimulai, dan ini jadi momentum bagi semua penggawa Persib untuk membuktikan kemampuan masing-masing.
Hodak berharap persaingan internal seperti ini menjadi motivasi untuk tampil maksimal dalam laga-laga kompetitif mendatang.
Kesempatan bermain di Persib tidak lagi soal reputasi, melainkan performa dan kontribusi nyata di lapangan.
Dalam musim baru ini, baik Robi maupun Dewangga dituntut tampil maksimal demi mengukir posisi yang layak—di bawah bimbingan ketat Bojan Hodak yang tak main-main soal persaingan sehat.