Heboh, Ratusan Suporter Persib Bandung Dievakuasi Pasca Ricuh Lawan PSIM
- Screenshot berita tvonenews.com
VIVAJabar – Laga seru antara PSIM Yogyakarta dan Persib Bandung di BRI Super League 2025/2026 berakhir dengan hasil imbang 1-1 di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada hari Minggu (24/8/2025).
Namun, suasana setelah pertandingan terganggu oleh kerusuhan antar para suporter di beberapa lokasi di Kota Yogyakarta.
Pihak kepolisian menjelaskan bahwa kerusuhan ini bermula dari insiden di mana bus rombongan Persib menyerempet seorang suporter PSIM di simpang empat Pingit.
Meskipun masalah tersebut sudah sempat diselesaikan secara damai, informasi yang tidak jelas yang beredar di media sosial membuat kondisi semakin tegang.
Keributan kemudian menyebar ke berbagai tempat, termasuk di Ngabean dan Lempuyangan, sebelum pihak berwajib berhasil menenangkan situasi.
Korban Luka dan Kondisi Terkini
Sebanyak 15 orang dilaporkan mengalami luka ringan, termasuk beberapa anggota kepolisian. Semua korban sudah mendapatkan penanganan medis dan diizinkan pulang. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam insiden ini.
Evakuasi Suporter
Untuk menghindari terjadinya kerusuhan yang lebih besar, pihak berwajib mengambil tindakan cepat:
Sebanyak 177 suporter Persib dari Bandung dievakuasi dengan penjagaan ketat ke Stasiun Lempuyangan. Mereka kemudian diantarkan pulang ke Bandung menggunakan kereta pada pagi hari Senin (25/8).
Kerusakan Akibat Kericuhan
Kerusuhan ini juga mengakibatkan kerusakan pada kendaraan:
Sebuah bus dan sebuah minibus milik rombongan suporter mengalami pecah kaca dan bodi yang retak. Namun, bagian mesin tidak rusak, sehingga kendaraan masih dapat digunakan.
Kericuhan yang terjadi setelah pertandingan PSIM melawan Persib di Yogyakarta mengakibatkan 15 orang mengalami luka ringan dan 177 suporter Persib dievakuasi kembali ke Bandung.
Meskipun suasana sempat memanas, pihak berwajib berhasil mengendalikan situasi dan memastikan tidak ada nyawa yang hilang.
Ke depannya, diharapkan suporter dari kedua tim dapat lebih mengendalikan emosi mereka, sehingga sepak bola di Indonesia benar-benar menjadi sarana hiburan yang menyatukan.*