Persib Bandung Tunda Debut Kiper Asing, Teja Paku Alam Jadi Andalan

Teja Paku Alam
Sumber :
  • Instagram @football.persib1933

VIVAJabar – ‎Harapan Persib Bandung untuk menurunkan penjaga gawang anyarnya asal Wales, Adam Przybek, di Super League 2025/2026 harus ditunda. 

img_title Pernyataan Thom Haye Bikin Bobotoh Tenang, Persib Bandung Dijamin Gacor di Asia

Kiper berusia 24 tahun itu mengalami cedera engkel ketika menjalani sesi latihan, sehingga posisinya sementara masih diisi oleh Teja Paku Alam.

‎Pelatih kiper Persib, Mario Jozic, menjelaskan bahwa secara umum kondisi para penjaga gawang dalam skuadnya baik, kecuali Przybek yang masih bermasalah. 

img_title Jadwal Padat Bukan Masalah, Persib Bandung Janjikan Skuad Prima Lawan Lion City Sailors

‎Menurutnya, cedera tersebut bukan terjadi karena benturan dengan pemain lain, melainkan saat Przybek melakukan tendangan.

‎“Semuanya oke, satu-satunya masalah adalah Adam karena cederanya. Itu terjadi saat latihan, waktu melakukan tendangan. Jadi tidak ada kontak, hanya cederanya sendiri,” kata Jozic.

img_title Patricio Matricardi Ungkap Fakta Mengejutkan, Persib Bandung Kini Lebih Solid dari Sebelumnya

Teja Paku Alam

Photo :
  • Instagram @sports.indosiar

‎Dia juga memberikan apresiasi kepada kiper lain seperti Fitrah, Teja, dan Raka yang tampil bagus selama sesi latihan maupun pertandingan. 

‎Kini, tim hanya tinggal menunggu kapan Przybek bisa kembali merumput.

‎Pelatih kepala Persib, Bojan Hodak, menganggap absennya Przybek bukanlah kehilangan besar, melainkan bagian dari dinamika dalam sebuah tim profesional.

‎“Saya tidak bisa mengatakan ini adalah kehilangan, ini adalah bagian dari dinamika, bagian dari tim. Hal seperti ini terjadi, Anda tidak bisa mengontrolnya. Tentu saja, ini tidak bisa diprediksi, kami tidak bisa mengubahnya,” ucap Hodak.

‎Meski demikian, Hodak menegaskan bahwa performa Teja Paku Alam sejauh ini sudah cukup memuaskan. 

‎Menurutnya, kebobolan yang dialami Persib lebih banyak terjadi dalam situasi sulit, seperti penalti atau duel satu lawan satu, sehingga sulit untuk disalahkan kepada kiper.

‎“Tapi Teja juga sudah melakukan tugas dengan baik. Memang ketika kebobolan, itu situasi yang sulit untuk dihentikan, entah itu penalti atau satu lawan satu. Jadi saya rasa tidak ada masalah,” jelas Hodak.

‎Lebih jauh, Hodak menilai penting bagi Persib memiliki lebih dari satu kiper dengan kualitas seimbang. 

‎Dia mencontohkan musim lalu ketika Kevin Ray Mendoza, kiper timnas Filipina, mampu tampil solid saat dipercaya menjaga gawang.

‎Dengan kondisi tersebut, Persib masih menunggu pemulihan Adam Przybek sembari mengandalkan pengalaman Teja Paku Alam untuk menjaga konsistensi di bawah mistar gawang.

Halaman Selanjutnya
img_title